Kementerian PU Terapkan Konsep 'Gentengisasi' di Sekolah Rakyat Cikarang
- 28 Jun 2026 23:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU menerapkan konsep gentengisasi pada seluruh bangunan Sekolah Rakyat Cikarang untuk menciptakan lingkungan belajar yang teduh, nyaman, dan estetik
- Progres fisik pembangunan telah mencapai 89,57 persen dan ditargetkan siap digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerapkan konsep ‘gentengisasi’ pada pembangunan Sekolah Rakyat Cikarang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Konsep tersebut menghadirkan kawasan pendidikan yang lebih teduh, nyaman, sekaligus memiliki tampilan estetik.
Penerapan atap genteng tersebut dilakukan pada seluruh bangunan, mulai gedung sekolah hingga rumah susun (rusun) guru. Desain itu juga diterapkan pada asrama siswa sebagai bagian kawasan pendidikan terpadu.
Hingga 28 Juni 2026, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Cikarang telah mencapai 89,57 persen. Kementerian PU menargetkan sekolah tersebut siap difungsikan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyediaan pendidikan yang layak dan terintegrasi.
Dody juga menekankan pentingnya menjaga komitmen penyelesaian pekerjaan agar seluruh fasilitas segera dimanfaatkan peserta didik. Ia meminta percepatan konstruksi sehingga sekolah siap beroperasi pada tahun ajaran baru.
“Ini kan program prioritas Presiden untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan yang layak, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Caranya ya dengan menyekolahkan putra-putri mereka di sekolah yang proper dan baik, diasramakan, diberikan baju dan makanan bergizi,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Minggu, 28 Juni 2026.
Sekolah Rakyat Cikarang ini dibangun di atas lahan seluas 5,41 hektare dengan luas bangunan mencapai 26.880 meter persegi. Proyek senilai Rp262 miliar tersebut dikerjakan PT Brantas Abipraya dan PT Prima melalui skema kerja sama operasi.
Kawasan pendidikan terpadu tersebut telah dilengkapi dengan gedung sekolah, asrama, gedung serbaguna, guest house, serta kantin. Fasilitas lainnya meliputi lapangan olahraga, laboratorium, ruang keterampilan, dan ruang kesenian bagi para siswa.
Pembangunan sekolah ini melibatkan sekitar 920 tenaga kerja untuk mempercepat penyelesaian konstruksi sesuai target pemerintah. Kementerian PU menargetkan seluruh pekerjaan selesai tepat waktu menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....