BPBD Lamongan Petakan Empat Klaster Kekeringan Sangat Kritis

  • 27 Jun 2026 21:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Lamongan Petakan Empat Klaster Kekeringan
  • BPBD Lamongan Petakan Empat Klaster Kekeringan Sangat Kritis

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan memetakan empat klaster rawan kekeringan sangat kritis. Terdapat tujuh kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan sangat kritis pada musim kemarau tahun ini.

"Dalam pemetaan ini indikatornya mengacu pada kondisi tahun 2024. Kami juga melakukan mitigasi sebagai persiapan menghadapi siaga kekeringan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lamongan, Ery S. Rosidi, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Sabtu, 27 Juni 2026.

BPBD membagi wilayah rawan kekeringan dari klaster satu hingga empat. Klaster pertama merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan sangat kritis, sedangkan klaster keempat merupakan daerah yang tidak mengalami kekeringan.

"Wilayah sangat kritis berada di tujuh kecamatan, di antaranya Kecamatan Tikung dan Sarirejo. Saat ini kami masih terus melakukan mitigasi dengan mengacu pada prakiraan cuaca dari BMKG," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui BPBD telah menerbitkan status siaga darurat kekeringan. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk menyamakan langkah penanganan apabila kondisi memburuk.

BPBD juga mengimbau petani untuk menyesuaikan pola tanam selama musim kemarau. Tanaman padi disarankan diganti dengan komoditas yang membutuhkan air lebih sedikit, seperti kangkung.

Di sisi lain, BPBD telah menyiapkan cadangan distribusi air bersih sebanyak 150 rit. Setiap rit mengangkut sekitar 5.000 liter air yang akan didistribusikan ke wilayah terdampak apabila diperlukan.

"Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak. Lalu mengikuti informasi cuaca yang terus kami pantau bersama BMKG," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....