BNPB: Kekeringan Masih Dominasi Sejumlah Wilayah di Indonesia

  • 25 Jun 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana kekeringan masih mendominasi sejumlah wilayah di Indonesia seiring semakin banyak daerah memasuki musim kemarau
  • Ribuan warga terdampak, sementara pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan air bersih
  • Kepala Pusat Data Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, dalam periode 24–25 Juni 2026, kekeringan terjadi di sejumlah daerah, di samping bencana lain.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana kekeringan masih mendominasi sejumlah wilayah di Indonesia seiring semakin banyak daerah memasuki musim kemarau. Ribuan warga terdampak, sementara pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan air bersih.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, dalam periode 24–25 Juni 2026, kekeringan terjadi di sejumlah daerah, di samping bencana lain. Seperti tanah longsor, banjir rob, gempa bumi, serta kebakaran hutan dan lahan.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang masih dapat terjadi. Seiring memasuki musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia," kata Abdul Muhari, Kamis, 25 Juni 2026.

Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kekeringan berdampak pada 42 kepala keluarga (KK) atau 125 jiwa di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro. Menurut Abdul, BPBD Kabupaten Boyolali telah menyalurkan bantuan air bersih yang didistribusikan kepada seluruh warga terdampak.

Sementara itu, di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, kekeringan berdampak pada ribuan kepala keluarga yang tersebar di sejumlah desa. Yakni 1.357 KK di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong; 306 KK di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar.

Lalu 500 KK di Desa Banyu Urip dan 718 KK di Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung; 630 KK di Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan. Serta 734 KK di Desa Persiapan Penanggak, Kecamatan Batulayar.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Lombok Barat mengerahkan empat unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Ini untuk mendistribusikan air bersih, terutama ke wilayah Kecamatan Kuripan.

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Barat, PDAM Giri Menang Mataram, serta sejumlah pihak swasta untuk memperkuat distribusi air bersih. Melalui penambahan armada tangki dan pasokan air.

BNPB mengimbau pemerintah daerah terus memperkuat langkah mitigasi. Serta memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....