Jabar Siaga Kekeringan dan Karhutla hingga September

  • 25 Jun 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla di 27 daerah hingga September 2026.
  • BPBD Jawa Barat mulai menerima laporan kekeringan di sejumlah wilayah dan telah menyalurkan bantuan air bersih.
  • Masyarakat diminta menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla hingga 30 September 2026. Kebijakan ini berlaku di seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat Hardjasasmita, mengatakan langkah ini berdasarkan kondisi musim kemarau yang diinformasikan BMKG. Apalagi, saat ini laporan kekeringan mulai diterima dari sejumlah daerah.

"Kami menerima laporan kekeringan di beberapa kabupaten sehingga perlu menetapkan status siaga," ujar Hadi, saat diwawancara Pro 3 RRI, Kamis, 25 Juni 2026. Ia menegaskan status siaga menjadi dasar penguatan perlindungan masyarakat dan kesiapsiagaan daerah.

BPBD telah memetakan wilayah rawan kekeringan seperti Kabupaten Bogor, Bekasi, Karawang, Kabupaten Bandung, Sukabumi, dan Garut. Fokus utama penanganan, lanjutnya, diarahkan pada pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

"Yang paling dirasakan masyarakat adalah kekurangan air bersih," kata Hadi. Saat ini, laporan dampak kekeringan tercatat di sekitar delapan desa di Jawa Barat.

Untuk mitigasi, BPBD memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait. Personel, peralatan, serta distribusi air bersih disiapkan menghadapi potensi bencana.

Selain kekeringan, masyarakat diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. BPBD juga mendorong pembuatan sekat bakar dan penyediaan tandon air.

"Masyarakat perlu menghemat air dan membersihkan ranting kering yang berpotensi memicu kebakaran," kata Hadi. Hingga kini, BPBD menyatakan belum menemukan titik panas atau hotspot di Jawa Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....