Menteri PU Siapkan Saluran Air di Hulu Sungai Nokilalaki Sigi Sulteng
- 21 Jun 2026 22:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah akan segera menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah potensi bencana susulan pascagempa bumi yang melanda Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau lokasi terdampak gempa pada Minggu 21 Juni 2026.
- Hasil pemantauan menunjukkan adanya beberapa kubangan yang berpotensi menimbulkan banjir maupun tanah longsor jika curah hujan tinggi terus terjadi.
RRI.CO.ID, Sigi - Pemerintah akan segera menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah potensi bencana susulan pascagempa bumi yang melanda Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah membuat saluran air pada sejumlah kubangan yang ditemukan di hulu sungai Kecamatan Nokilalaki.
Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau lokasi terdampak gempa pada Minggu 21 Juni 2026. Ia mengatakan pihaknya telah mengirimkan drone untuk memantau kondisi wilayah hulu secara langsung.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya beberapa kubangan. Sehingga, berpotensi menimbulkan banjir maupun tanah longsor jika curah hujan tinggi terus terjadi.
“Jadi langkah antisipasi yang dilakukan segera dengan mengirimkan drone untuk melihat secara langsung lokasi kubangan di atas. Tentunya sama seperti di wilayah bencana lainnya maka kita akan buatkan saluran air,” kata Dody.
Menurutnya, keberadaan kubangan tersebut perlu segera ditangani karena dapat memicu bencana yang lebih besar. Ia mengingatkan bahwa hujan berkepanjangan berpotensi menyebabkan longsor apabila genangan air di kawasan hulu tidak dikendalikan.
“Ternyata di atas ada kubangan, apabila terjadi hujan terus-menerus maka dikhawatirkan terjadi longsor dan bencana lainnya,” ujarnya. Dody menegaskan Kementerian PU telah menginstruksikan seluruh jajaran balai untuk melakukan pemetaan risiko dan mitigasi secara cepat guna mencegah dampak yang lebih luas.
Pemerintah, kata dia, tidak ingin mengabaikan potensi bahaya yang sebenarnya masih bisa dicegah sejak dini. “Saya sudah instruksikan tim balai Kementerian PU memitigasi agar tidak terjadi bencana lebih parah di Kabupaten Sigi," ucapnya.
"Kalau ada potensi bahaya, kita harus datangi, cek, dan antisipasi. Kita tidak mau menyesal karena sesuatu yang sebenarnya bisa dicegah,” katanya menambahkan.
Selain ancaman longsor dan banjir, kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian utama pemerintah. Dody menyebut perbaikan jembatan dan jalan yang mengalami kerusakan akibat gempa akan diprioritaskan karena menjadi jalur vital aktivitas masyarakat.
Ia mengaku sempat merasakan getaran pada salah satu jembatan saat dilintasi kendaraan roda dua. Karena itu, ia meminta tim teknis segera memeriksa tingkat keandalan seluruh jembatan dan ruas jalan di wilayah Nokilalaki.
“Justru yang menjadi perhatian adalah jembatan serta jalan yang menjadi nadi masyarakat. Tadi saya berdiri di jembatan daerah dan ketika ada motor lewat terasa goyang sehingga saya arahkan agar balai juga segera mengecek keandalan dari jembatan dan jalan di Nokilalaki,” ujarnya.
Menurut Dody, penanganan kerusakan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik. Tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat yang masih berupaya bangkit setelah bencana.
“Jalan yang retak, jembatan yang goyang dan air yang terganggu harus segera ditangani. Ini semua menyangkut rasa aman mereka, jadi saya minta tim tidak hanya melihat mana yang rusak, tapi mana yang bisa membuat warga cemas,” katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, hingga saat ini gempa bumi telah merusak 2.335 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.955 rumah mengalami kerusakan ringan, 226 rumah rusak sedang, dan 154 rumah rusak berat.
Jumlah warga terdampak tercatat mencapai 8.586 jiwa atau 2.775 kepala keluarga. Korban terdiri atas 17 orang luka berat, 108 orang luka ringan, serta tiga warga meninggal dunia.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus melakukan penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur. Guna mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....