Status Tanggap Darurat Gempa Sulteng Berlaku hingga 23 Juni

  • 18 Jun 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi
  • Ini setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 berdampak pada ribuan warga di lima kabupaten dan kota
  • Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan status tanggap darurat ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 300.2.1/199/BPBD-6-ST/2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi. Ini setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 berdampak pada ribuan warga di lima kabupaten dan kota.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan status tanggap darurat ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 300.2.1/199/BPBD-6-ST/2026. Ini yang berlaku selama tujuh hari, mulai 17 hingga 23 Juni 2026.

"Penetapan status tanggap darurat ini. Guna mempercepat proses penanganan di lapangan," kata Abdul Muhari, Kamis, 18 Juni 2026.

Selain pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Sigi juga tengah menyiapkan penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Ini untuk mendukung percepatan penanganan dampak gempa.

Berdasarkan data hingga Rabu (17/6) malam, jumlah warga terdampak mencapai 2.012 kepala keluarga (KK) atau sekitar 6.458 jiwa. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Sigi dengan 1.991 KK atau 6.418 jiwa terdampak.

Sedangkan di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Sementara data dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Poso masih terus diperbarui.

BNPB mencatat satu orang meninggal dunia di Kabupaten Sigi. Selain itu, terdapat 79 korban luka, terdiri atas 15 orang luka berat dan 64 orang luka ringan.

Kerusakan infrastruktur juga cukup luas, meliputi 1.456 rumah rusak ringan, 112 rumah rusak sedang, dan 47 rumah rusak berat. Selain itu, sebanyak 35 tempat ibadah, 10 sekolah, serta 11 gedung perkantoran turut mengalami kerusakan.

BNPB melaporkan akses komunikasi dan transportasi menuju Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, masih terputus. Sementara itu, Jembatan Palu III ditutup sementara karena ditemukan keretakan struktur yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Meski demikian, pelayanan medis di sejumlah rumah sakit terdampak dilaporkan berjalan baik. Pasien yang sebelumnya dirawat di tenda darurat secara bertahap mulai dipindahkan kembali ke ruang perawatan.

Hingga Rabu (17/6) siang, BNPB mencatat telah terjadi 13 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar 4,0 hingga 4,2. Masyarakat diimbau tetap waspada serta menghindari bangunan yang mengalami keretakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....