Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah
- 17 Jun 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU bergerak cepat menangani dampak gempa M6,7 di Sulawesi Tengah melalui pemeriksaan infrastruktur dan respons darurat
- BPJN Sulawesi Tengah mengerahkan alat berat ke Desa Kamarora, Kabupaten Sigi, untuk membuka akses jalan pascabencana
- Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga layanan infrastruktur dan aktivitas perekonomian pascagempa
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. Penanganan dilakukan melalui pemeriksaan infrastruktur dan pengerahan alat berat ke wilayah terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan infrastruktur dasar tetap berfungsi serta mobilitas masyarakat tidak terganggu.
“Sejak awal terjadinya bencana, Kementerian PU telah bergerak cepat dengan menurunkan tim personel untuk melakukan respons darurat. Inspeksi infrastruktur terdampak juga dilakukan, serta mendukung komando penanganan darurat daerah,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Juni 2026.
| Baca juga: Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa Palu |
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Kementerian PU melakukan pemeriksaan sejumlah ruas jalan. Pemeriksaan juga dilakukan pada sejumlah jembatan di Kota Palu dan wilayah sekitarnya.
Wilayah yang dipantau meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Poso, Donggala, dan Parigi Moutong. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap aman pascagempa.
BPJN Sulawesi Tengah juga mengirim satu unit alat berat ke ke Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Alat tersebut digunakan untuk membantu pembersihan dan pembukaan akses jalan pascabencana.
Selain itu, tim teknis BPJN Sulawesi Tengah melakukan pemeriksaan lanjutan secara detail pada Jembatan Palu satu dan empat. Setelah pemeriksaan, kedua jembatan tersebut dinyatakan aman dan tetap dapat digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat serta konektivitas wilayah.
Kementerian PU juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (pemkot) Palu terkait kondisi Jembatan Palu tiga yang dikelola oleh pemkot. Namun, dukungan dan advis teknis akan diberikan apabila diperlukan dalam proses penanganan.
Kementerian PU menyatakan akan terus memantau infrastruktur strategis di wilayah terdampak gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat dan kelancaran konektivitas dan aktivitas perekonomian pascabencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....