BNPB Catat 1.652 Rumah Rusak Akibat Gempa M6,7 di Sulteng

  • 18 Jun 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah menyebabkan kerusakan signifikan.
  • Pendataan BNPB sementara menunjukkan sebanyak 1.652 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
  • BNPB juga mencatat sedikitnya 42 rumah ibadah, 13 bangunan sekolah, serta delapan fasilitas perkantoran terdampak gempa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah menyebabkan kerusakan signifikan. BNPB mencatat, hasil pendataan sementara menunjukkan sebanyak 1.652 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis 18 Juni 2026. "Sebanyak 1.472 rumah mengalami rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat," ujar Abdul Muhari.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum. BNPB mencatat sedikitnya 42 rumah ibadah, 13 bangunan sekolah, serta delapan fasilitas perkantoran terdampak gempa.

Beberapa bangunan pemerintah yang mengalami kerusakan antara lain Kantor Bupati Sigi dan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Sigi. Untuk mempercepat penanganan dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

Penetapan status tersebut dilakukan guna memudahkan mobilisasi sumber daya dan percepatan bantuan kepada masyarakat terdampak. Di sisi lain, BNPB juga telah menyalurkan berbagai bantuan darurat, termasuk logistik dan tenda pengungsian dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak gempa.

Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan darurat, Kepala BNPB Suharyanto dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Sigi pada Jumat (19/6). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penanganan di lapangan berjalan efektif sekaligus mengoordinasikan langkah-langkah darurat bersama personel TNI dan Polri yang terlibat dalam operasi kemanusiaan.

BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan. Pemerintah juga terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap dampak bencana untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....