Korban Meninggal Gempa Sulawesi Tengah Bertambah Jadi Tiga Orang
- 18 Jun 2026 17:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Korban meninggal akibat gempa M6,7 di Sulawesi Tengah bertambah menjadi tiga orang.
- Sebanyak 1.652 rumah dan puluhan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan.
- BMKG mencatat 703 gempa susulan hingga Kamis, 18 Juni 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah bertambah menjadi tiga orang. Selain itu, sebanyak 108 warga dilaporkan mengalami luka-luka dan ribuan jiwa terdampak bencana tersebut.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan sebanyak 17 warga mengalami luka berat. Sementara itu, 91 warga lainnya mengalami luka ringan akibat dampak gempa.
Jumlah warga terdampak tercatat mencapai 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa. Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa tersebut.
Berdasarkan hasil pendataan, tiga korban meninggal berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Sigi. Korban berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, serta Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki.
| Baca juga: Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa Palu |
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada ribuan bangunan warga. BNPB mencatat sebanyak 1.652 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.
Kerusakan tersebut terdiri atas 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat. Sejumlah fasilitas umum dan sosial juga terdampak akibat bencana tersebut.
Tercatat sebanyak 42 rumah ibadah mengalami kerusakan akibat guncangan gempa yang cukup kuat. Delapan gedung perkantoran, termasuk Kantor Bupati Sigi dan BAPPERINDA, turut terdampak.
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada 13 bangunan sekolah dan dua rumah adat. Delapan jaringan air bersih dilaporkan mengalami gangguan akibat dampak gempa.
Gempa tektonik bermagnitudo 6,7 tersebut terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 11.27 WITA. Pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi hingga beberapa hari setelah kejadian.
Hingga Kamis, 18 Juni 2026, BMKG mencatat sebanyak 703 kali gempa susulan. Dari jumlah tersebut, 25 gempa susulan masih dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak bencana terjadi. Wakil Bupati Sigi ditunjuk sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Darurat di daerah tersebut.
Dalam mendukung penanganan darurat, BNPB menyalurkan berbagai bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi tenda pengungsi, tenda keluarga, sembako, matras, selimut, dan kasur lipat.
Personel TNI dan Polri juga terlibat membantu pembersihan puing bangunan serta distribusi logistik. Pendataan warga terdampak terus dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
Sebagai bentuk percepatan penanganan darurat, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Sigi. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penanganan darurat berjalan optimal dan efektif.
Kepala BNPB juga akan meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak serta kebutuhan mendesak di lapangan. Saat ini kebutuhan utama meliputi tenda pengungsi, air bersih, layanan kesehatan, dan penerangan darurat.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan rusak sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....