Simak Deretan Fakta Gempa M6,7 yang Guncang Sulawesi Tengah

  • 18 Jun 2026 17:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa M6,7 dipicu aktivitas Sesar Sausu dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
  • BMKG mencatat puluhan gempa susulan setelah gempa utama mengguncang Sulawesi Tenga
  • Peristiwa tersebut kembali membangkitkan ingatan masyarakat terhadap tragedi Palu tahun 2018.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah kembali mengingatkan masyarakat terhadap ancaman bencana geologi. Guncangan kuat yang dirasakan warga memicu kepanikan di sejumlah daerah terdampak.

Meski dipastikan tidak berpotensi tsunami, gempa kali ini tetap menimbulkan kerusakan dan korban luka. Berikut sejumlah fakta penting terkait gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah.

Berikut fakta-fakta gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah dan telah dirangkum rri.co.id:

Gempa Dipicu Sesar Sausu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat gempa terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026 siang. Episentrum gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman yang tergolong dangkal.

BMKG menjelaskan gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Sausu yang merupakan sesar aktif di Sulawesi Tengah. Hasil analisis menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan sesar turun atau normal fault.

Guncangan Dirasakan di Sejumlah Wilayah

Karena termasuk gempa dangkal, guncangan dirasakan cukup kuat di berbagai wilayah Sulawesi Tengah. Getaran terasa di Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, hingga sejumlah daerah lain di sekitarnya.

Kondisi tersebut membuat warga berhamburan keluar rumah maupun bangunan untuk menyelamatkan diri. Sebagian masyarakat memilih bertahan di ruang terbuka hingga kondisi dinilai benar-benar aman.

Gempa Dipastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Meski menimbulkan kepanikan warga, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami. Hasil pemodelan menunjukkan sumber gempa berada di daratan dan tidak mengganggu dasar laut.

BMKG juga menegaskan gempa kali ini bukan berasal dari segmen utama Sesar Palu-Koro. Sesar tersebut menjadi pemicu bencana besar yang melanda Sulawesi Tengah pada 2018.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Aktivitas gempa susulan terus tercatat setelah gempa utama mengguncang wilayah Sulawesi Tengah. Hingga Selasa sore, BMKG mencatat puluhan gempa susulan dengan kekuatan yang bervariasi.

Kondisi tersebut menunjukkan proses pelepasan energi masih berlangsung di sekitar sumber gempa utama. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dalam beberapa waktu.

Kerusakan dan Korban Masih Didata

Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan di lapangan. Kerusakan dilaporkan terjadi pada rumah warga, fasilitas umum, dan infrastruktur pendukung masyarakat.

Laporan sementara mencatat sedikitnya delapan warga mengalami luka akibat dampak guncangan gempa tersebut. Dua korban di antaranya dilaporkan mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan medis.

Pasien Rumah Sakit Sempat Dievakuasi

Sektor pelayanan publik turut terdampak akibat gempa yang mengguncang sejumlah wilayah tersebut. Beberapa pasien sempat dievakuasi keluar rumah sakit sebagai langkah antisipasi menghadapi gempa susulan.

Basarnas dan BPBD kemudian mendirikan tenda darurat di sejumlah lokasi pelayanan kesehatan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan medis tetap berjalan apabila terjadi gempa susulan.

Trauma Tragedi 2018

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat pada tragedi besar yang melanda Sulawesi Tengah delapan tahun lalu. Saat itu gempa magnitudo 7,4 memicu tsunami dan likuefaksi yang menyebabkan kerusakan luas.

Bencana tersebut menelan lebih dari empat ribu korban jiwa dan memaksa ribuan warga mengungsi. Tragedi itu menjadi salah satu bencana geologi paling mematikan dalam sejarah Indonesia modern.

Wajar jika trauma akibat peristiwa tersebut masih membekas di tengah masyarakat hingga sekarang. Banyak warga langsung melakukan evakuasi mandiri sesaat setelah merasakan guncangan gempa.

Mitigasi Bencana Terus Diperkuat

Pascabencana 2018, pemerintah memperkuat berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana di masa depan. Upaya tersebut mencakup pembangunan hunian tetap dan pemutakhiran peta kawasan rawan bencana.

Selain itu, sistem pemantauan gempa, jalur evakuasi, dan edukasi kebencanaan terus diperkuat pemerintah. Simulasi evakuasi juga rutin dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Gempa magnitudo 6,7 kali ini menjadi pengingat bahwa ancaman bencana masih tetap ada. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko ketika bencana kembali terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....