Komdigi Jaga Layanan Internet Sitaro-Sangihe Saat Restorasi Palapa Ring

  • 31 Mei 2026 00:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komdigi menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga layanan komunikasi dan internet bagi masyarakat di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dan Kepulauan Sangihe, Sulut.
  • Komdigi menegaskan, pemulihan konektivitas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) merupakan bagian penting dari upaya pemerataan transformasi digital nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga layanan komunikasi dan internet bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dan Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Upaya tersebut dilakukan agar layanan publik dan aktivitas masyarakat tetap berjalan selama proses restorasi partial cut jaringan Palapa Ring Tengah pada segmen Tahuna-Melonguane, 28 Mei hingga 2 Juni 2026.

Demikian disampaikan Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Indra Maulana, di Jakarta Pusat, dikutip Sabtu 30 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa konektivitas digital di wilayah terluar merupakan infrastruktur vital yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat di wilayah kepulauan mengalami gangguan komunikasi berkepanjangan. Karena itu seluruh tahapan restorasi dipantau secara intensif dan layanan prioritas disiapkan tetap berjalan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujar Indra Maulana.

Menurutnya, konektivitas di wilayah perbatasan menopang berbagai layanan penting. Mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, transaksi ekonomi masyarakat, hingga komunikasi kebencanaan.

“Wilayah kepulauan memiliki tantangan geografis yang tinggi. Karena itu pemulihan konektivitas harus dilakukan cepat, terukur, dan melibatkan koordinasi penuh dengan seluruh pihak terkait,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Darien Aldiano, menjelaskan, proses restorasi kembali dilanjutkan. Ini setelah kapal penggelaran kabel serat optik Pacific Guardian dinyatakan siap menjalankan operasi pemulihan jaringan.

“Tim teknis bekerja dalam skema percepatan agar pemulihan layanan dapat selesai sesuai target. Seluruh progres restorasi juga terus diperbarui secara berkala untuk memastikan proses berjalan aman dan sesuai rencana,” ujar Darien.

Segmen Tahuna-Melonguane merupakan salah satu jalur strategis Palapa Ring Tengah yang menjadi penopang konektivitas internet dan komunikasi di kawasan kepulauan Sulawesi Utara. Jalur ini berfungsi sebagai penghubung utama trafik komunikasi dan layanan digital masyarakat di wilayah terluar Indonesia.

Tahapan restorasi mencakup pencarian titik gangguan, pengangkatan kabel, penyambungan akhir. Hingga pengujian jaringan sebelum layanan diaktifkan kembali secara penuh pada 2 Juni 2026.

Komdigi menegaskan, pemulihan konektivitas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) merupakan bagian penting dari upaya pemerataan transformasi digital nasional. Langkah tersebut juga ditujukan untuk memastikan masyarakat di wilayah perbatasan tetap memperoleh akses komunikasi yang andal.

Restorasi perlu dilakukan karena kabel laut pada segmen Tahuna-Melonguane merupakan jalur utama penghubung jaringan tulang punggung internet di kawasan kepulauan Sulawesi Utara. Tanpa pemulihan segera, kualitas layanan komunikasi berisiko terganggu dan dapat berdampak pada aktivitas masyarakat serta berbagai layanan publik yang bergantung pada konektivitas digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....