Konektivitas Perbatasan, Kemkomdigi Restorasi Palapa Ring Tahuna-Melonguane
- 28 Mei 2026 23:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan restorasi jaringan Palapa Ring Tahuna-Melonguane
- Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (Dirjen Infradigi), Indra Maulana menyebut, restoran Palapa Ring Tahuna-Melonguane dapat menjaga konektivitas perbatasan
- Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (Dirjen Infradigi), Indra Maulana menekankan, akses komunikasi dan internet menjadi kebutuhan utama masyarakat perbatasan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), tengah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga layanan komunikasi dan internet bagi masyarakat perbatasan. Seperti salah satunya, yakni di wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (Dirjen Infradigi), Indra Maulana. Ia menegaskan bahwa, layanan komunikasi dan internet, menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat perbatasan.
Sehingga Indra menuturkan, konektivitas digital di wilayah terluar, menjadi infrastruktur vital yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat. Langkah ini, untuk memastikan layanan publik dan aktivitas masyarakat di perbatasan tetap berjalan.
"Kami tidak ingin masyarakat di wilayah kepulauan mengalami gangguan komunikasi berkepanjangan. Karena itu seluruh tahapan restorasi dipantau secara intensif dan layanan prioritas disiapkan tetap berjalan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu," kata Indra dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.
Dijelaskannya, pihaknya akan melakukan proses restorasi partial cut jaringan Palapa Ring Tengah. Proses yang akan berlangsung mulai 28 Mei hingga 2 Juni 2026 ini, akan dilakukan untuk segmen jaringan Tahuna-Melonguane.
Meski demikian Indra menilai, terdapat tantangan dalam upaya pemenuhan layanan akses komunikasi dan internet di wilayah perbatasan. Akan tetapi, tantangan ini ditekankannya, dapat dituntaskan dengan penguatan kolaborasi bersama pihak terkait.
Ia menyatakan kolaborasi ini menjadi hal yang penting, untuk memberikan layanan yang menjadi penopang berbagai aktivitas masyarakat. Sebab dengan konektivitas ini, masyarakat akan merasakan layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan digital, transaksi ekonomi masyarakat, hingga komunikasi kebencanaan.
"Wilayah kepulauan memiliki tantangan geografis yang tinggi. Karena itu pemulihan konektivitas harus dilakukan cepat, terukur, dan melibatkan koordinasi penuh dengan seluruh pihak terkait," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....