Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat untuk Pemerataan Pendidikan Anak Kurang Mampu
- 22 Mei 2026 05:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat untuk Pemerataan Pendidikan Anak Kurang Mampu
- Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat untuk Pemerataan Pendidikan
RRI.CO.ID, Bekasi – Program Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain menyediakan fasilitas belajar, program ini juga menjadi ruang pendampingan bagi siswa agar tetap memiliki semangat belajar dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, para guru menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga mendampingi siswa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah berasrama.
Salah satu pengajar di sekolah itu, Haikal, mengaku tertarik bergabung dengan Sekolah Rakyat. Karena ingin terlibat dalam dunia pendidikan sekaligus isu kesejahteraan sosial.
“Saya memang dari dulu tertarik dengan kesejahteraan sosial dan juga dunia pendidikan. Di Sekolah Rakyat ini, dua-duanya bisa saya jalani sekaligus,” ujar Haikal.
Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia itu menjelaskan dirinya mengetahui rekrutmen Sekolah Rakyat saat menunggu hasil seleksi guru di sekolah lain. Setelah mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari tes psikologi, tes bahasa Inggris, hingga wawancara, ia akhirnya dinyatakan lolos dan ditempatkan di Bekasi.
Haikal mengaku sempat memiliki kekhawatiran terkait proses belajar siswa dengan latar belakang ekonomi yang berbeda-beda. Namun pandangannya berubah setelah berinteraksi langsung dengan para murid.
“Awalnya saya berpikir mungkin akan berbeda. Tapi setelah bertemu langsung, ternyata sama saja seperti anak-anak sekolah lainnya. Semangat belajarnya juga luar biasa,” katanya.
Pengalaman yang paling membekas baginya adalah saat mengunjungi rumah beberapa siswa. Ia melihat secara langsung kondisi tempat tinggal yang sangat terbatas, bahkan tanpa ruang khusus untuk belajar.
Meski demikian, para siswa tetap menunjukkan antusiasme tinggi untuk menuntut ilmu. “Ketika saya datang ke rumahnya, saya sampai berpikir mereka belajar di mana," ujarnya.
"Rumahnya hanya satu ruangan untuk semuanya. Tapi begitu di sekolah, semangat belajar mereka luar biasa. Bahkan setelah belajar di kelas selesai, mereka masih meminta tambahan belajar kepada wali asuh.”
Dalam kegiatan belajar-mengajar, Sekolah Rakyat memanfaatkan fasilitas digital seperti laptop dan smart board. Namun, menurut Haikal, sebagian siswa masih perlu beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
“Kadang ada sedikit kendala karena mereka belum terbiasa menggunakan laptop atau teknologi pembelajaran. Tapi justru di situ proses belajarnya berjalan. Mereka jadi perlahan lebih melek teknologi,” katanya.
Ia menilai fasilitas tersebut membantu guru menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif. Penggunaan internet di lingkungan sekolah juga diawasi dengan pembatasan akses media sosial agar siswa lebih fokus belajar.
Selain pendidikan akademik, sekolah turut menanamkan pendidikan karakter melalui pembiasaan adab dan disiplin sehari-hari. Salah satunya melalui budaya 5S, yakni senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
“Setiap pagi anak-anak dibiasakan salim dengan guru. Kami selalu mengingatkan bahwa adab itu lebih tinggi daripada ilmu,” ujar Haikal.
Sebagai sekolah berasrama, Sekolah Rakyat dinilai membantu siswa lebih fokus belajar tanpa distraksi penggunaan telepon genggam. Berbagai kegiatan positif juga disiapkan untuk menjaga siswa tetap aktif dan produktif.
“Banyak anak yang justru lebih suka sibuk. Mereka minta kegiatan terus. Mulai dari olahraga sampai nonton film bersama supaya tidak bosan,” ucapnya.
Bagi Haikal, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah nyata untuk membantu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Menurutnya, para siswa tidak hanya memperoleh fasilitas belajar yang layak, tetapi juga dukungan untuk melanjutkan cita-cita mereka.
“Anak-anak di sini benar-benar dijamin pendidikannya. Bahkan orang tua mereka juga mendapat pendampingan dan bantuan sosial. Jadi mereka bisa lebih fokus mengejar masa depan,” katanya.
Ia pun mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendampingi siswa-siswa yang tetap memiliki semangat belajar tinggi di tengah keterbatasan yang mereka hadapi. Kisah mengenai semangat belajar siswa dan perjuangan para guru di SRMA 13 Bekasi dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....