TNI Dukung Swasembada Kedelai, Panen Raya Digelar di Nganjuk

  • 14 Mei 2026 19:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • TNI terus memperkuat dukungan terhadap program peningkatan produksi pangan nasional, khususnya kedelai, guna menekan ketergantungan impor dan mendorong swasembada.
  • Panglima TNI menekankan pentingnya jaminan serapan hasil panen dengan harga menguntungkan bagi petani.

RRI.CO.ID, Nganjuk - Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat dukungan terhadap program peningkatan produksi pangan nasional. Khususnya kedelai, guna menekan ketergantungan impor dan mendorong swasembada.

Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan produksi kedelai nasional membutuhkan kolaborasi banyak pihak karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor. Ia menyebut volume impor kedelai sepanjang 2025 mencapai 2,65 juta ton, dengan Amerika Serikat sebagai pemasok terbesar.

Hal ini disampaikan Agus saat panen raya kedelai di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Kamis 14 Mei 2026. “Indonesia masih menjadi negara pengimpor kedelai terbesar, yakni 2,21 juta ton atau 86,55 persen dari total impor dengan nilai mencapai Rp21,2 triliun,” ujarnya.

Program penanaman kedelai di Nganjuk dilaksanakan di tiga kecamatan dengan total lahan 2.300 hektare dan estimasi produksi 3.400 ton. Rinciannya:

- Kecamatan Rejoso: 1.110 hektare, estimasi 1.665–1.887 ton

- Kecamatan Bagor: 510 hektare, estimasi 765–867 ton

- Kecamatan Wilangan: 380 hektare, estimasi 570–646 ton

Khusus di Desa Ngudikan, panen raya dilakukan di lahan seluas 100 hektare. Secara total, luas tanaman kedelai di Kecamatan Wilangan mencapai 400 hektare.

Penanaman menggunakan varietas unggul lokal asal Jawa Tengah yang memiliki produktivitas tinggi dan umur panen cepat. Estimasi hasil panen di Nganjuk mencapai 1,5–1,7 ton per hektare.

Agus menegaskan kebutuhan impor kedelai 2025 mencapai 2,67 juta ton. Untuk menghentikan impor, Indonesia memerlukan tambahan produksi nasional minimal setara angka tersebut.

Ia menilai swasembada kedelai harus dilakukan secara bertahap dan masif melalui perluasan lahan tanam di wilayah potensial. Termasuk pemanfaatan lahan tidur milik TNI, desa, maupun pemerintah daerah.

Selain itu, TNI juga akan membantu penggunaan benih unggul, perbaikan sistem irigasi dan drainase. Hingga ekanisasi tanam, pemeliharaan, dan panen.

Panglima TNI menekankan pentingnya jaminan serapan hasil panen dengan harga menguntungkan bagi petani. Ia mendorong keterlibatan Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam pembelian kedelai hasil produksi petani.

“Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Tetapi menjadi model gerakan nyata yang bisa direplikasi di berbagai wilayah Indonesia,” katanya.

Kegiatan panen raya turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi, jajaran Pemprov Jawa Timur, Pemkab Nganjuk. Serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Panglima TNI mengapresiasi sinergi antara TNI, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, petani, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....