Bapanas Perkuat Pengawasan Kedelai di Gresik

  • 18 Apr 2026 09:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Pangan Nasional perkuat pengawasan kedelai di Gresik
  • Pengawasan dilakukan di PT Wilmar Nabati Indonesia sebagai simpul distribusi
  • Pemerintah jaga pasokan dan distribusi agar tetap lancar ke berbagai wilayah
  • Harga acuan kedelai dijaga maksimal Rp12.000/kg untuk stabilitas
  • Kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha jadi kunci ketahanan pangan

RRI.CO.ID, Gresik - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengawasan kedelai di Gresik. Langkah ini untuk menjaga pasokan dan harga tetap stabil.

Pengawasan dilakukan di PT Wilmar Nabati Indonesia. Lokasi ini menjadi salah satu simpul distribusi nasional.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto mengatakan, Pemerintah memastikan rantai pasok berjalan lancar. “Pemerintah memastikan ketersediaan kedelai terjaga dan distribusi juga harus berjalan baik,” ucapnya di Gresik, Kamis 16 April 2026.

Menurutnya, distribusi kedelai menjangkau berbagai wilayah strategis seperti Jawa Timur, Bali, Lombok, hingga Papua. Penyaluran dilakukan langsung ke distributor dengan tujuan menjaga kelancaran distribusi nasional.

Menurut Andriko, distribusi menjadi faktor kunci stabilitas pasokan. Kedelai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Pasokan kedelai penting bagi usaha tempe dan tahu. Kelancaran distribusi harus dijaga,” katanya.

Kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,7 juta ton per tahun. Pengelolaan pasokan menjadi aspek krusial.

Bapanas juga memastikan mutu dan keamanan pangan. Distribusi harus sesuai standar yang ditetapkan.

“Keamanan dan mutu pangan menjadi prioritas. Kedelai harus aman dan berkualitas,” ucapnya.

Pemerintah menetapkan Harga Acuan Penjualan kedelai. Kebijakan ini untuk menjaga stabilitas harga.

Harga kedelai lokal maksimal Rp11.400 per kilogram. Kedelai impor maksimal Rp12.000 per kilogram.

Andriko menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan pelaku usaha. Kolaborasi diperlukan untuk menjaga stabilitas.

“Kolaborasi menjadi kunci menjaga pasokan dan harga. Masyarakat harus tetap mendapatkan akses pangan,” ucapnya.

Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia, Ridwan Brandes Nainggolan menyatakan komitmen. Perusahaan siap mendukung kebijakan pemerintah.

“Komitmen kami mematuhi aturan pemerintah. Kami juga menjaga stabilitas pangan,” ucap Ridwan.

Penguatan pengawasan dilakukan di titik distribusi strategis. Langkah ini memastikan distribusi berjalan efektif.

Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas kedelai nasional. Upaya ini mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....