Panen Kedelai di Cibubur Dorong Produksi Nasional Berkelanjutan

  • 18 Apr 2026 16:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gerakan Pramuka bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia gelar panen kedelai di Cibubur
  • Program percontohan di lahan 5 hektare dengan produktivitas 2–3 ton per hektare
  • Pemerintah targetkan pengembangan kedelai 37.500 hektare pada 2026
  • Kendala utama pada benih dan kepastian harga serta pembeli
  • Program dorong pengurangan impor kedelai secara bertahap hingga 2029

RRI.CO.ID, Jakarta – Gerakan Pramuka bersama sejumlah pihak menggelar panen kedelai di Cibubur. Program ini bertujuan memperkuat produksi kedelai nasional.

Kegiatan melibatkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kementerian Pertanian, dan Kadin Indonesia. Langkah ini menjawab tingginya ketergantungan impor kedelai.

Sekjen Kwartir Nasional Pramuka, Bahtiar menyebut, lahan percontohan seluas lima hektare. Produktivitas diperkirakan mencapai dua hingga tiga ton per hektare.

Program ini juga menjadi sarana edukasi bagi petani. Tiga metode pemupukan diterapkan dalam kegiatan tersebut.

Metode tersebut meliputi pupuk kimia, organik, dan kombinasi. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan hasil panen.

Petani mendapatkan dukungan berupa lahan dan sarana produksi. Bantuan mencakup benih, pupuk, dan pendampingan.

"Petani tidak dibebani biaya sewa lahan. Semua bantuan diberikan untuk meningkatkan hasil mereka," ujarnya.

Pengembangan kedelai juga dilakukan di wilayah lain. Di Lebak dan DI Yogakarta, luas tanam mencapai ratusan hektare.

Bahtiar menegaskan kedelai menjadi prioritas nasional saat ini. Ketergantungan impor masih tinggi di Indonesia.

Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan kedelai luas. Target mencapai 37.500 hektare pada tahun 2026.

"Tanpa kegiatan, benih tidak tersedia. Kami kejar penyediaan benih untuk mendukung program," kata Direktur Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dyah.

Pemerintah juga menjalin kemitraan dengan koperasi produsen. Tujuannya menjamin penyerapan hasil panen petani.

Petani menilai kepastian harga sangat penting bagi keberlanjutan. Tanpa jaminan, minat menanam kedelai cenderung rendah.

"Banyak tanam, namun panennya tidak jelas. Kepastian harga menjadi kunci keberhasilan program," ujarnya.

Kadin Indonesia mendorong intervensi harga oleh pemerintah. Hal ini agar kedelai lokal mampu bersaing dengan impor.

Program ini menjadi langkah awal menuju kemandirian kedelai nasional. Keberhasilannya bergantung pada sinergi berbagai pihak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....