Stok Kedelai Aman, Harga Perajin Tetap Terkendali
- 17 Apr 2026 20:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Pangan Nasional pastikan stok kedelai aman hingga akhir April 2026
- Stok mencapai 322 ribu ton, cukup untuk kebutuhan bulanan nasional
- Harga di perajin tetap terkendali di bawah Rp12.000 per kilogram
- Pemerintah ancam cabut izin importir jika langgar harga acuan
- Upaya penguatan produksi dalam negeri dan cadangan kedelai terus dilakukan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok kedelai nasional masih mencukupi hingga akhir April 2026. Ketersediaan ini untuk menjaga produksi tahu dan tempe.
Stok kedelai diproyeksikan mencapai 322,5 ribu ton sampai akhir April. Angka ini dinilai aman untuk kebutuhan nasional.
Kebutuhan kedelai bulanan berada di kisaran 220 ribu hingga 230 ribu ton. Data mengacu pada proyeksi neraca pangan terbaru 2026.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy menyampaikan hal tersebut. Pemerintah terus memantau ketersediaan dan harga.
“Ketersediaan sampai akhir April masih cukup. Harga di perajin juga masih normal,” ucapnya dalam rilis resmi, Jumat 17 April 2026.
Lebih dari 90 persen kedelai digunakan perajin tahu dan tempe. Stabilitas pasokan menjadi perhatian utama pemerintah.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia. Komunikasi dilakukan secara rutin.
Harga kedelai di tingkat perajin masih di bawah batas acuan. Rerata harga berada di kisaran Rp11.266 hingga Rp11.320 per kilogram.
Harga tersebut lebih rendah dari batas Rp12.000 per kilogram. Selisih berada di kisaran 5 hingga 6 persen.
Pemerintah menetapkan Harga Acuan Penjualan kedelai. Batas importir maksimal Rp11.500 per kilogram.
Harga di tingkat perajin tidak boleh melebihi Rp12.000 per kilogram. Ketentuan ini wajib dipatuhi pelaku usaha.
“Kalau harga melebihi, kami telusuri ke importir. Izin impor bisa dicabut,” ucap Sarwo.
Pemerintah juga mendorong peningkatan produksi dalam negeri. Program pengembangan kedelai terus dijalankan.
Peningkatan produksi diharapkan mengurangi ketergantungan impor. Langkah ini dilakukan secara bertahap.
Selain itu, pemerintah menyiapkan Cadangan Kedelai Pemerintah. Target pengadaan minimal 70 ribu ton pada 2026.
Penguatan cadangan dilakukan bersama Perum Bulog. Pendanaan tengah dipersiapkan pemerintah.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman mengingatkan importir menjaga harga. Ia menegaskan sanksi tegas bagi pelanggaran.
“Kalau ada yang menaikkan harga tidak wajar, izinnya akan saya cabut,” ucap Amran.
Pemerintah meminta pelaku usaha menjaga stabilitas harga. Kedelai menjadi bahan penting bagi masyarakat.
Langkah ini untuk melindungi perajin dan konsumen. Stabilitas harga pangan terus dijaga pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....