KAI Menutup 2.220 Perlintasan Liar selama Sepuluh Tahun Terakhir
- 02 Mei 2026 00:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menutup 2.220 perlintasan liar dalam sepuluh tahun terakhir.
- KAI membangun infrastruktur jembatan layang dan jalur bawah tanah pada 564 titik lokasi perlintasan.
- KAI melaksanakan ribuan kegiatan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat selama periode 2024 hingga April 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menginformasikan telah menutup 2.220 perlintasan liar sejak 2017. Upaya yang dilakukan KAI dalam jangka waktu sepuluh tahun tersebut guna menjaga tingkat keselamatan operasional perjalanan kereta api.
Namun, KAI mencatat 1.089 titik perlintasan kereta api lainnya masih berpotensi menimbulkan risiko besar bagi masyarakat. Seluruh perlintasan sebidang liar yang tidak memenuhi standar keamanan segera ditertibkan demi mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan setiap perlintasan wajib memenuhi standar prosedur operasional. Ia menyatakan langkah penutupan tersebut merupakan mekanisme kerja sama resmi antara perusahaan bersama pemerintah daerah.
“Setiap titik perlintasan memiliki konsekuensi keselamatan. Untuk lokasi yang belum memenuhi ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk penutupan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api,” ujar Bobby dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan sebaran lokasi titik perlintasan kereta api berada di Pulau Jawa. Area Sumatra juga menjadi perhatian utama manajemen dalam mengelola interaksi lalu lintas perjalanan kereta api dengan kendaraan.
“Data ini menunjukkan bahwa ruang perlintasan masih memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola secara konsisten. Penutupan perlintasan liar menjadi bagian dari penataan agar interaksi antara perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan dapat berlangsung lebih aman,” kata Anne.
KAI juga melaksanakan pembangunan jalur jembatan layang serta jalur bawah tanah pada 564 titik lokasi perlintasan rawan. KAI melakukan kerja sama bersama Kementerian Perhubungan untuk membangun infrastruktur pendukung pada titik perlintasan yang berisiko tinggi.
KAI melakukan sekitar 4.988 kegiatan sosialisasi keselamatan perlintasan pada periode Januari 2024 hingga April 2026. KAI memasang 1.745 media peringatan fisik agar masyarakat sekitar semakin memahami adanya bahaya kecelakaan di perlintasan liar.
Petugas KAI juga aktif memberikan 687 edukasi langsung kepada masyarakat di lokasi sekolah serta beberapa tempat ibadah. Langkah tersebut dilakukan demi membangun budaya tertib lalu lintas secara kolektif bagi semua lapisan warga masyarakat pengguna jalan.
“Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan dalam satu perjalanan dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Dalam kondisi tertentu, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Karena itu, disiplin saat melintas di perlintasan menjadi hal yang sangat penting. Ketika kebiasaan ini dilakukan secara bersama, keselamatan dapat terjaga dengan lebih baik,” ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban umum pada wilayah perlintasan demi mencegah munculnya dampak kerugian yang luas. Anne meminta masyarakat berhenti serta melihat kiri atau kanan jalan demi memastikan keamanan jalur sebelum benar-benar melintasi rel.
“Menjaga kondisi perlintasan tetap tertib menjadi hal yang penting. Setiap risiko yang muncul di perlintasan dapat berdampak luas bagi pengguna jalan, keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” ujar Anne.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....