Jembatan Gantung Nglebur Buka Akses Sekolah dan Ekonomi Warga

  • 27 Apr 2026 23:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jembatan Gantung Nglebur Buka Akses Sekolah dan Ekonomi Warga
  • Jembatan Gantung Nglebur Buka Akses Sekolah

RRI.CO.ID, Blora - Warga Dukuh Nglebur, Desa Kali Gede, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini tidak lagi terisolasi setelah pembangunan jembatan gantung di wilayah tersebut. Infrastruktur ini membuka akses pendidikan bagi anak-anak serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, sekitar 100 warga kerap terhambat beraktivitas saat musim hujan karena Sungai Nglebur meluap. Kondisi itu membuat anak-anak tidak dapat bersekolah dan aktivitas sehari-hari warga terganggu.

Seorang warga, Soekar (62), mengungkapkan bahwa sebelum ada jembatan, anak-anak tidak bisa menyeberang saat banjir. Ia menyebut kondisi tersebut membuat kegiatan sekolah dan mengaji sering terhenti.

Kini, jembatan gantung sepanjang 35 meter dan lebar 1,5 meter menjadi penghubung vital bagi warga. Keberadaannya memungkinkan anak-anak bersekolah dengan aman tanpa khawatir terhalang banjir.

Babinsa Desa Nglebur, Sertu Joko Masubambang, mengatakan persoalan akses telah lama dikeluhkan warga. Ia menyebut pembangunan jembatan merupakan respons cepat atas kebutuhan masyarakat yang selama ini terisolasi.

Selain meningkatkan akses pendidikan, jembatan ini juga mempermudah aktivitas ekonomi warga, terutama petani dalam menjangkau lahan dan distribusi hasil panen. Pembangunan yang melibatkan gotong royong warga dan TNI ini menjadi simbol terbukanya akses dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sempat Terisolir, Jembatan Gantung Nglebur Blora Buka Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga

RRI.CO.ID, Blora - Warga Dukuh Nglebur, Desa Kali Gede, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini tidak lagi terisolasi setelah pembangunan jembatan gantung di wilayah tersebut. Infrastruktur ini membuka akses pendidikan bagi anak-anak serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, sekitar 100 warga kerap terhambat beraktivitas saat musim hujan karena Sungai Nglebur meluap. Kondisi itu membuat anak-anak tidak dapat bersekolah dan aktivitas sehari-hari warga terganggu.

Seorang warga, Soekar (62), mengungkapkan kondisi sebelum adanya jembatan. “Anak-anak, putu-putu kulo ajeng sekolah nek wonten banjir boten iso lewat (anak-anak cucu saya mau berangkat sekolah, kalau banjir tidak bisa lewat),” ujarnya saat ditemui di sekitar jembatan Nglebur, Blora, Senin 27 April 2026.

Kini, keberadaan jembatan gantung sepanjang 35 meter dan lebar 1,5 meter ini menjadi penghubung vital bagi wilayah yang sebelumnya terisolasi. Jembatan ini melintasi Sungai Nglebur.

Infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Anak-anak kini dapat kembali bersekolah dengan aman tanpa khawatir terhambat banjir.

Babinsa Desa Nglebur, Sertu Joko Masubambang, menjelaskan persoalan akses ini telah lama menjadi keluhan warga. “Dengan keluhan warga sekitar 18 KK dengan jumlah penduduk kurang lebih 100 jiwa itu, kasihan lihat anak-anak sekolah kalau musim hujan tidak sekolah, ngaji, semuanya terbengkalai,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat. “Dengan adanya program Bapak Prabowo itu, kita mengajukan. Dan terima kasih, setelah satu bulan, belum ada satu bulan, pengajuan sudah direalisasi,” ucapnya.

Selain membuka akses pendidikan, jembatan ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga, terutama petani yang kini lebih mudah menjangkau lahan serta mendistribusikan hasil panen.

Kepala Dusun Nglebur, Ahmad Dian Purnama, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat. “Jarak pengajuan dengan pelaksanaan sangat cepat sekali, karena sangat dibutuhkan warga kami. Ketika hujan, aliran sungai besar, anak sekolah nggak bisa lewat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas realisasi pembangunan tersebut. “Terima kasih sekali kepada Bapak Prabowo yang sudah memberikan pembangunan jembatan ini sehingga warga sangat senang,” katanya.

Pembangunan jembatan gantung ini diselesaikan dalam waktu sekitar tiga minggu dengan dukungan gotong royong warga bersama TNI. Antusiasme masyarakat tinggi karena jembatan tersebut menjadi kebutuhan mendesak yang telah lama dinantikan.

Kini, jembatan tersebut tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol terbukanya akses pendidikan. Juga pada penguatan ekonomi warga Desa Nglebur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....