Perkuat Akses Desa, Kementerian PU Bangun 105 Jembatan Gantung

  • 24 Apr 2026 08:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU membangun 105 jembatan gantung pada TA 2026 di 25 provinsi
  • Program menyasar wilayah desa dengan keterbatasan akses akibat kondisi geografis ekstrem
  • Infrastruktur ini mendukung mobilitas, distribusi hasil pertanian, dan akses layanan publik

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian PU membangun sebanyak 105 unit jembatan gantung yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia pada Tahun Anggaran 2026. Program pembangunan ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas masyarakat wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis.

Pembangunan jembatan gantung difokuskan pada wilayah yang terpisah oleh sungai, jurang, maupun kontur perbukitan yang cukup ekstrem. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut jembatan gantung menjadi solusi efektif bagi daerah yang masih memiliki keterbatasan akses. Menurutnya dengan adanya keberadaan jembatan tersebut mampu menghadirkan konektivitas yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat setempat.

“Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka,” ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Kamis, 24 April 2026.

Setiap lokasi pembangunan ditetapkan melalui evaluasi teknis serta survei lapangan yang dilakukan secara menyeluruh dan terukur. Penetapan tersebut mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, tingkat keterisolasian wilayah, akses transportasi, serta potensi manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Secara teknis, jembatan gantung yang dibangun memiliki bentang rata-rata 40 hingga 120 meter dengan lebar sekitar 1,8 meter. Untuk desain, akan disesuaikan dengan kondisi geografis setempat dengan konstruksi yang kuat, efisien, dan mudah dalam pemeliharaan oleh masyarakat.

Sebaran pembangunan jembatan gantung ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang merata hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Salah satu provinsi dengan alokasi pembangunan cukup besar adalah Jawa Tengah yang mendapatkan sebanyak 16 unit jembatan gantung.

Pembangunan tersebut diharapkan mampu menghubungkan desa-desa yang sebelumnya terisolasi oleh kondisi alam yang cukup sulit dilalui masyarakat. Dengan demikian, aktivitas ekonomi, sosial, serta distribusi hasil produksi lokal dapat berjalan lebih lancar dan efisien.

Kementerian PU memastikan setiap pembangunan jembatan gantung mengedepankan aspek keselamatan, kualitas konstruksi, serta ketahanan terhadap lingkungan. Selain sebagai penghubung fisik, jembatan gantung diharapkan menjadi simpul penggerak ekonomi lokal dan memperkuat interaksi sosial masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....