LPOI Dorong Jembatan Persaudaraan Global untuk Dunia yang Lebih Harmonis
- 24 Apr 2026 09:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kesadaran spiritual akan menumbuhkan pandangan bahwa seluruh manusia adalah saudara yang memiliki tanggung jawab menjaga bumi sebagai rumah bersama.
- Pendekatan Spiritual and Natural Lifestyle diharapkan menjadi jembatan persaudaraan lintas perbedaan. Sehingga bisa menciptakan perdamaian global yang abadi.
RRI.CO.ID, Kyoto, Jepang - Tantangan global akibat kemajuan teknologi, ketegangan geopolitik, hingga ancaman konflik dunia mendorong lahirnya pendekatan baru berbasis nilai spiritual dan alam. Hal ini mengemuka dalam Peace Dialogue yang digelar Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) bersama Kuil Mii Dera dan Sakuranesia di Kyoto, Jepang, pada 20 April 2026.
Selain dialog perdamaian, acara ini juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama dengan Tenma Hospital Group untuk pengembangan rumah sakit, riset stem cell. Serta layanan kesehatan berbasis pendekatan spiritual dan natural medicine.
Ketua Umum LPOI, Said Aqil Siroj, menegaskan dunia sedang memasuki babak baru dengan kompleksitas teknologi dan kompetisi global yang kian ketat. Menurutnya, kemajuan teknologi di satu sisi membawa peradaban unggul.
Namun, lanjutnya, di sisi lain juga memunculkan risiko eksistensial seperti dehumanisasi, demoralisasi. Hingga potensi penyalahgunaan teknologi sebagai senjata pemusnah.
“Kita membutuhkan rekalibrasi spiritual untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih baik. Pendekatan Spiritual and Natural Lifestyle—kembali ke spiritualitas dan kembali ke alam—harus menjadi pilar kemanusiaan dan perdamaian,” ujarnya.
Tokoh yang juga Mustasyar Nahdlatul Ulama dan Ketua Umum Majelis Islam A'la Indonesia itu menambahkan, kesadaran spiritual akan menumbuhkan pandangan bahwa seluruh manusia adalah saudara yang memiliki tanggung jawab menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Jembatan Persaudaraan Global
Sekretaris Jenderal LPOI, Imam Pituduh, menjelaskan pendekatan Spiritual and Natural Lifestyle diharapkan menjadi jembatan persaudaraan lintas perbedaan. Sehingga bisa menciptakan perdamaian global yang abadi.
Ia menekankan gagasan tersebut bukan sekadar teori, tetapi telah berkembang dalam praktik masyarakat Asia. Terutama pada sektor kesehatan melalui Spiritual and Natural Medicine serta sektor pertanian melalui Spiritual and Natural Farming.
“Pangan dan kesehatan adalah pilar kemanusiaan dan perdamaian dunia. Karena itu, LPOI bersama Yayasan Inti Trust Fund akan terus menggandeng berbagai pihak untuk mewujudkan misi kemanusiaan global,” katanya.
Dalam acara ini turut hadir delegasi Indonesia dan Jepang, di antaranya pimpinan pesantren, dan organisasi keagamaan, DR. Sofwan Imam Yahya Pimpinan Pesantren Al Tsaqofah, KH. Arifin Junaidi Ketua Umum HISMINU. Kemudian, Nyai Hajah Nur Hayati Muslimat NU, Sakura Tomomi Pimpinan Sakuranesia, Para Pimpinan Perhimpuan Pelajar Indonesia-Jepang (PPI Jepang).
Lalu, Pimpinan dan Anggota Kuil Miidera, Tenma Hospital Group, Para Profesor dan Guru Besar Perguruan tinggi di Jepang. Hingga, mantan Dubes Jepang Untuk Indonesia dan Para Pimpinan Korporasi di Jepang dan Pimpinan Lembaga Sosial Jepang Lainnya.
Melalui dialog ini, LPOI berharap pendekatan spiritual dan natural dapat menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....