Jaga Ekosistem Waduk, Walkot Munjirin Pastikan Ikan Selain Sapu-sapu Dilepas
- 24 Apr 2026 14:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Munjirin memastikan hewan perairan selain ikan sapu-sapu dilepas kembali untuk menjaga keseimbangan ekosistem waduk.
- Penangkapan dilakukan dengan menurunkan volume air, dan ratusan kilogram ikan sapu-sapu telah berhasil dikendalikan.
- Mardani Ali Sera mendukung langkah pengendalian, namun menekankan pendekatan integratif karena invasi sudah cukup masif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin menegaskan hewan perairan selain ikan sapu-sapu yang tertangkap akan dilepaskan kembali. Hal ini dilakukan demi menjaga keseimbangan ekosistem di Waduk Kaja, Ciracas, Jakarta Timur.
"Hewan perairan selain ikan sapu-sapu kita lepas kembali. Agar tetap bisa hidup di waduk ini dan menjaga ekosistemnya," katanya kepada wartawan usai menghadiri Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu, Waduk Kaja, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat, 24 April 2026.
Sebelumnya, proses penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan dengan menurunkan volume air waduk secara bertahap guna memudahkan petugas. Meski belum mencapai dasar, upaya tersebut dinilai sudah cukup efektif.
Ia menambahkan, hingga saat ini ratusan kilogram ikan sapu-sapu telah berhasil ditangkap. Dan proses pengendalian masih akan terus berlangsung seiring pengeringan waduk.
"Ini masih terus berlangsung sambil proses pengeringan airnya. Nanti kalau airnya sudah kering, mungkin akan lebih banyak lagi," ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera menyatakan dukungannya terhadap langkah pengendalian ikan invasif yang dilakukan pemerintah. Namun, ia menekankan agar upaya tersebut dilakukan secara integratif dan tidak bersifat sporadis.
Menurutnya, penanganan ikan sapu-sapu saat ini sudah tergolong terlambat karena tingkat invasinya yang cukup tinggi. Ia mencontohkan kondisi perairan yang relatif kecil seperti waduk atau danau yang sudah dipenuhi ikan tersebut.
"Kita dukung langkah yang integratif, jangan sporadis. Memang ini sudah sangat terlambat karena invasinya cukup masif," kata Mardani.
Ia juga menyoroti potensi ancaman yang lebih besar apabila penyebaran ikan sapu-sapu tidak segera dikendalikan di ekosistem sungai. "Kalau di danau kecil saja sudah penuh, apalagi di ekosistem sungai kita, ini perlu penanganan serius," katanya, lagi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....