Ratusan Kilogram Ikan Sapu-sapu Berhasil Dimusnahkan di Waduk Kaja Ciracas

  • 24 Apr 2026 13:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 320 kg ikan sapu-sapu berhasil dikumpulkan di Waduk Kaja, Ciracas, Jakarta Timur oleh petugas gabungan.
  • Munjirin menyatakan operasi akan terus berlanjut, termasuk tahap lanjutan setelah pengeringan waduk.
  • Mardani Ali Sera menilai langkah ini urgen namun perlu pendekatan terukur dan kolaborasi akademisi untuk solusi jangka panjang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Setidaknya 320 kilogram ikan sapu-sapu berhasil di tangani oleh petugas gabungan di Waduk Kaja, Ciracas, Jakarta Timur. Demikian disampaikan oleh Walikota Jakarta Timur, Munjirin.

Ia mengatakan bahwa operasi pengendalian ikan sapu-sapu ini masih akan dilanjutkan karena jumlahnya yang masih banyak. Ia menjelaskan, proses kedua penangkapan ikan sapu-sapu akan dilakukan usai air waduk kering.

"Ini masih terus berlangsung sambil proses pengeringan airnya. Nanti kalau airnya sudah kering, mungkin akan lebih banyak lagi," katanya kepada wartawan usai menghadiri Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu, Waduk Kaja, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat, 24 April 2026.

Ia menambahkan, hewan perairan selain ikan sapu-sapu akan dikembalikan ke waduk agar tetap dapat hidup. Dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Sementara itu, untuk penanganan ikan sapu-sapu, petugas melakukan pemusnahan bertahap. Yaitu dengan cara dikumpulkan, ditimbang, kemudian dimatikan sebelum akhirnya dikubur.

"Untuk pemusnahannya, tadi kita kumpulkan. Kemudian kita timbang, kita matikan dulu ikannya, baru kita kubur," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan serupa juga dilakukan di wilayah lain. Namun saat ini operasi pengendalian ikan sapu-sapu masih terpusat di Waduk Kaja, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Sementara itu, Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera mengatakan operasi pengendalian ikan sapu-sapu merupakan langkah yang urgen. Meski belum tentu efektif dalam jangka panjang.

Menurutnya, upaya pengendalian tetap perlu segera dilakukan, namun tidak dengan terburu-buru. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang terukur sambil melibatkan kalangan akademisi untuk mencari solusi yang lebih optimal.

"Efektif tidak, tapi urgen iya. Jadi penangkapan perlu segera dijalankan, tetapi dengan kecepatan yang sedang, tidak terburu-buru," ucapnya.

Ia juga mendorong kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi untuk mengkaji pemanfaatan ikan sapu-sapu secara lebih maksimal. Diantaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain itu, ia menyoroti dilema dalam penanganan ikan tersebut. Pemusnahan dinilai perlu karena pertumbuhannya cepat dan mengganggu ekosistem, namun diharapkan ada solusi pemanfaatannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....