Pengamat Ingatkan Ancaman Pangan di Tengah Konflik
- 27 Mar 2026 07:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pengamat Ingatkan Ancaman Pangan di Tengah Konflik
- Ancaman Pangan di Tengah Konflik
- Pangan di Tengah Konflik
RRI.CO.ID, Jakarta - Konflik global tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga mengancam ketahanan pangan. Gangguan rantai pasok dunia berpotensi memicu kenaikan harga bahan pangan.
Komoditas seperti gandum, kedelai, dan beras diperkirakan mengalami tekanan harga. Kondisi ini dapat berdampak pada inflasi pangan di Indonesia.
Pengamat kebijakan publik Universitas Negeri Padang, Dr. Genius Umar, menyebut situasi ini perlu diantisipasi sejak dini. Ia menilai stabilitas harga pangan menjadi kunci menjaga kesejahteraan masyarakat.
“Gangguan rantai pasok global akan berdampak langsung pada harga pangan, baik impor maupun domestik,” ujar Genius kepada RRI.CO.ID, Jumat 27 Maret 2026. Menurutnya, kenaikan harga dapat memperberat beban masyarakat.
Ia mendorong pemerintah untuk melakukan operasi pasar dan memperkuat cadangan pangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dalam jangka pendek.
Selain itu, diversifikasi pangan lokal juga menjadi solusi jangka menengah. Upaya ini diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.
“Ketahanan pangan harus diperkuat agar Indonesia tidak rentan terhadap gejolak global,” kata Genius. Ia menegaskan pentingnya perbaikan sistem distribusi pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....