Pasca-Lebaran, Pasokan Pangan Terjaga dan Stabilitas Menguat
- 26 Mar 2026 21:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Aktivitas perdagangan pangan mulai kembali normal pasca Idulfitri
- Pasokan pangan tersedia dan harga relatif stabil
- Pemantauan dilakukan di Pasar Rawamangun Jakarta dan Pasar Ciputat Tangerang Selatan
- Harga daging ayam masih di bawah Harga Acuan Penjualan pemerintah
- Harga cabai rawit merah turun menjadi sekitar Rp60.000 per kilogram
- Harga telur dan bawang merah berada di kisaran harga stabil
- Pemerintah menargetkan harga pangan tetap stabil setelah Lebaran
- Stabilitas harga didukung pasokan dalam negeri dan distribusi yang lancar
- Inflasi pangan masih dalam target pemerintah
- Pemerintah memastikan pasokan pangan tetap terjaga pasca Lebaran
RRI.CO.ID, Tangerang Selatan - Aktivitas perdagangan pangan pokok strategis mulai kembali normal pasca Idulfitri. Pasokan pangan terpantau tersedia dan harga sejumlah komoditas relatif stabil.
Pemantauan dilakukan Badan Pangan Nasional di Pasar Rawamangun Jakarta dan Pasar Ciputat Tangerang Selatan, Kamis 26 Maret 2026. Hasil pemantauan menunjukkan harga produk unggas dan hortikultura dalam kondisi cukup baik.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa mengatakan aktivitas pasar mulai kembali normal. Namun sebagian pedagang masih belum seluruhnya kembali berjualan.
“Kita mengunjungi Pasar Rawamangun dan Pasar Ciputat hari ini. Di Rawamangun pedagang belum banyak, sedangkan di Ciputat harga relatif sangat bagus,” kata Ketut Astawa.
Di Pasar Ciputat, harga daging ayam ras tercatat sekitar Rp35.000 per kilogram. Harga tersebut masih di bawah Harga Acuan Penjualan pemerintah sebesar Rp40.000 per kilogram.
Komoditas hortikultura juga menunjukkan perbaikan harga setelah Lebaran. Harga cabai rawit merah turun menjadi sekitar Rp60.000 per kilogram.
Harga tersebut mendekati Harga Acuan Penjualan sebesar Rp57.000 per kilogram. Sementara bawang merah dan cabai merah keriting berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
“Kemudian bawang merah Rp40.000, cabai rawit merah sekitar Rp60.000 dan cabai merah keriting sekitar Rp40.000. Artinya harga relatif sangat bagus,” ucap Ketut.
Pemerintah menargetkan harga pangan tetap stabil setelah Lebaran. Stabilitas harga didukung oleh pasokan dalam negeri yang semakin kuat.
Ketut mengatakan harga pangan diharapkan tetap stabil dalam beberapa waktu ke depan. Pemerintah terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional.
Sebelumnya menjelang Idulfitri, harga pangan sempat mengalami fluktuasi. Namun secara umum harga masih dalam batas terkendali.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga pada sejumlah komoditas. Kenaikan terjadi pada daging ayam, cabai rawit merah, dan bawang merah di berbagai daerah.
Meski terjadi kenaikan harga di beberapa daerah, sebagian wilayah masih berada dalam rentang harga acuan pemerintah. Kondisi ini menunjukkan stabilitas harga pangan masih terjaga.
Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan stabilitas pangan bertujuan menjaga keseimbangan seluruh pelaku pangan. Pemerintah ingin petani, pedagang, dan masyarakat sama-sama mendapatkan manfaat.
“Kita ingin semua tersenyum, petani tersenyum, pedagang tersenyum, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau,” kata Amran.
Ia mengatakan produksi yang cukup dan distribusi yang lancar menjadi kunci stabilitas harga pangan. Pemerintah terus menjaga keseimbangan harga agar tidak merugikan petani maupun konsumen.
Dari sisi makro, stabilitas harga pangan juga terlihat dari inflasi pangan nasional. Inflasi pangan Februari 2026 masih berada dalam target pemerintah.
Inflasi pangan tercatat 2,50 persen secara bulanan dan 4,64 persen secara tahunan. Angka tersebut masih berada dalam target inflasi volatile food sebesar 3 hingga 5 persen.
Pemerintah memastikan pasokan pangan tetap terjaga pasca Lebaran. Stabilitas harga diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....