Prediksi Godzilla El Nino, Pemerintah Perkuat Stok Cadangan Pangan
- 26 Mar 2026 23:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fenomena iklim Godzilla El Nino diprediksi menyebabkan musim kemarau lebih panjang di Indonesia
- Pemerintah memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah untuk antisipasi dampak iklim
- Fenomena El Nino kuat berpotensi terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole positif
- Stok pangan disiapkan untuk program intervensi jika terjadi gangguan produksi
- Stok pangan pokok strategis nasional masih dalam kondisi memadai
- Stok beras Bulog mencapai sekitar 4,08 juta ton
- Pemerintah juga memperkuat stok jagung, gula, minyak goreng, daging sapi, ayam, dan telur
- Pemerintah menargetkan ketahanan pangan melalui produksi dalam negeri dan program bantuan pangan
- Bantuan pangan dan Gerakan Pangan Murah menjadi bagian intervensi pemerintah
RRI.CO.ID, Jakarta - Fenomena iklim Godzilla El Nino diprediksi akan menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan kering di Indonesia. Pemerintah memperkuat stok cadangan pangan Pemerintah sebagai langkah antisipasi di sektor pangan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional menyebut fenomena El Nino kuat berpotensi terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole positif. Kedua fenomena tersebut diperkirakan mulai terjadi pada April mendatang.
Pemerintah memastikan ketahanan stok cadangan pangan Pemerintah terus diperkuat. Stok pangan disiapkan untuk program intervensi jika terjadi gangguan produksi akibat anomali cuaca.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa mengatakan pemerintah telah mengantisipasi dampak El Nino. Penguatan stok dilakukan agar bantuan pangan dapat segera disalurkan jika diperlukan.
“Adanya prediksi Godzilla El Nino telah menjadi perhatian pemerintah. Kami memastikan ketahanan stok cadangan pangan terus diperkuat agar bisa segera disalurkan,” kata Ketut Astawa dalam rilis resminya di Jakarta, Rabu 25 Maret 2026.
Berdasarkan laporan Badan Pangan Nasional per 25 Maret, stok pangan pokok strategis masih dalam kondisi memadai. Stok tersebut dikelola oleh Perum Bulog dan ID FOOD sebagai BUMN pangan.
Stok beras sebagai Cadangan Pangan Pemerintah menjadi yang terbesar dibanding komoditas lainnya. Pemerintah juga memperkuat stok jagung, minyak goreng, gula konsumsi, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam.
Stok beras di Bulog saat ini mencapai 4,08 juta ton. Jumlah tersebut meningkat sekitar 77,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebagian besar stok beras berasal dari penyerapan produksi dalam negeri. Penyerapan setara beras sejak awal 2026 telah mencapai 1,24 juta ton.
Stok jagung berada di kisaran 144 ribu ton yang sebagian besar berasal dari produksi dalam negeri. Pemerintah juga mencatat Indonesia tidak lagi melakukan impor jagung pakan sejak 2025.
Stok minyak goreng tercatat sekitar 95 ribu kiloliter. Sementara stok gula konsumsi sekitar 50 ribu ton yang sebagian besar dikelola ID FOOD.
Stok daging sapi dan kerbau mencapai sekitar 11 ribu ton. Stok daging ayam dan telur ayam juga tersedia sebagai cadangan pangan pemerintah.
Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan ketahanan pangan menjadi kunci menghadapi ancaman krisis pangan global. Pemerintah menargetkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri.
“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Oleh karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya,” kata Amran.
Ia mengatakan kebutuhan pangan nasional harus ditopang produksi dalam negeri. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menuju swasembada pangan nasional.
Stok cadangan pangan tersebut akan disalurkan melalui berbagai program intervensi pemerintah. Program tersebut antara lain bantuan pangan beras, minyak goreng, dan Gerakan Pangan Murah.
Realisasi bantuan pangan beras hingga 25 Maret telah mencapai ratusan ribu penerima di berbagai daerah. Penjualan beras SPHP selama Maret juga telah mencapai puluhan ribu ton.
Pemerintah berharap penguatan stok cadangan pangan dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....