Revitalisasi Sekolah di Pidie Jaya Capai Rp86,7 Miliar
- 10 Mar 2026 21:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Pidie Jaya - Pemerintah mengalokasikan Rp86,7 miliar untuk merevitalisasi 72 sekolah terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sarana pendidikan agar peserta didik agar kembali belajar aman nyaman.
“Ini bagian dari upaya kami. Agar rekonstruksi, khususnya untuk sarana pendidikan di Aceh, dapat terselesaikan dengan lebih cepat lagi,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Aceh, Senin 9 Maret 2026.
Sebanyak 72 satuan pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) program revitalisasi tahun 2026 dengan total nilai Rp86,7 miliar. Dari jumlah tersebut, 62 sekolah dilaksanakan secara swakelola, sementara 10 sekolah lainnya akan dikerjakan oleh TNI AD.
Menurut Mu’ti, sekolah yang telah menandatangani PKS pada tahap pertama bahkan sudah mulai memasuki tahap pekerjaan awal. Dia berharap pembangunan cepat rampung dan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar secara ideal di tahun ajaran baru.
Selain perbaikan bangunan sekolah, Kemendikdasmen juga tengah memproses penanganan bagi sekolah yang harus direlokasi. Karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan untuk digunakan kembali.
“Kami menunggu kepastian tempatnya. Mudah-mudahan bisa kami berikan prioritas dengan anggaran tahun 2026,” ucapnya.
Secara nasional, program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 dialokasikan sebesar Rp14 triliun. Angka itu untuk sekitar 11.000 satuan pendidikan di berbagai daerah.
Program ini diprioritaskan bagi sekolah di daerah terdampak bencana, sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat. Serta sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 8 Meureudu, Martini, menceritakan, sekolahnya terdampak cukup parah. Ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter, sehingga seluruh ruang kelas dan perabotan sekolah terendam.
Ia menyampaikan pada 2026 sekolahnya memperoleh bantuan revitalisasi berupa rehabilitasi 12 ruang kelas. Penandatanganan PKS telah dilakukan dan proses pembangunan pun tengah berjalan.
“Dengan adanya peninggian bangunan, ke depannya kalau ada banjir kami bisa lebih siaga. InsyaAllah aman ke depannya, dan anak-anak bisa belajar dengan baik di sini, tidak lagi takut dengan adanya banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, Muhammadiyah, mengatakan sekolahnya terdampak paling parah di Kabupaten Pidie Jaya. Wilayah sekolah dan ruang-ruang kelas telah tertimbun oleh tanah, sehingga tidak dapat lagi digunakan.
“Di sini kami tidak bisa memanfaatkan sarana dan prasarana yang sudah ada. Seperti komputer, TV, buku, semua sudah tertimbun,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian buku bantuan dari kementerian baru saja diterima kembali dan rencananya akan mulai dimanfaatkan setelah libur Lebaran. “Buku ini dari kementerian baru datang, setelah lebaran akan kami manfaatkan,” katanya.
Melalui program revitalisasi tahun 2026, SMA Negeri 2 Meureudu akan menerima bantuan pembangunan sekolah baru di lokasi yang sama. Dengan nilai Rp7,9 miliar, yang akan dikerjakan oleh TNI AD.
Pemerintah menargetkan sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang dapat selesai pada awal tahun ajaran baru Juni 2026. Sementara sekolah dengan kerusakan berat maupun yang memerlukan relokasi ditargetkan rampung pada November 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....