Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Kolom Abu 1,4 Kilometer
- 07 Jul 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi
- Ini pada Selasa, 7 Juli 2026, siang dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1,4 kilometer di atas puncak
- Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan erupsi terjadi pada pukul 11.37 WITA
RRI.CO.ID, Flores Timur - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi. Ini pada Selasa, 7 Juli 2026, siang dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1,4 kilometer di atas puncak.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan erupsi terjadi pada pukul 11.37 WITA. Kolom abu teramati mencapai sekitar 2.984 meter di atas permukaan laut dan mengarah ke barat hingga barat laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu. Ini dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut," kata Lana.
Berdasarkan hasil pemantauan, erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 27 detik. Badan Geologi menyatakan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Status Level III atau Siaga.
Masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Badan Geologi juga mengingatkan potensi banjir lahar hujan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak gunung. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu, Badan Geologi mengimbau penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut. Ini untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Lana menambahkan pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna memastikan perkembangan aktivitas gunung dapat dipantau secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....