Pengelola Kerahkan Empat Pompa Atasi Banjir di TPU Semper

  • 17 Feb 2026 14:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Pengelola TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara, mengerahkan empat unit mesin pompa untuk mengatasi genangan banjir yang merendam ribuan makam. Hal ini dilakukan karena masih ramainya peziarah menjelang bulan suci Ramadan.

Kepala Satuan Pelaksana TPU Semper, Sukino, mengatakan langkah penyedotan air terus dilakukan untuk mempercepat surutnya genangan. Terutama di blok makam yang posisinya lebih rendah dari permukaan jalan.

“Untuk genangan yang masih ada. Kami lakukan penyedotan menggunakan mesin pompa dan dialirkan ke saluran air yang tersedia,” ujar Sukino, saat ditemui, Selasa, 17 Februari 2026.

Menurutnya, genangan air terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, struktur tanah TPU Semper yang lebih rendah sekitar satu meter dari jalan sekitar membuat air mudah menggenang.

Beberapa blok tergenang yakni seperti blok 40 hingga blok 60. Ia menambahkan, jumlah peziarah mengalami peningkatan signifikan sejak akhir pekan lalu, seiring tradisi ziarah menjelang Ramadan.

Karena itu, pengelola berupaya memastikan genangan tidak semakin meluas agar aktivitas peziarah tetap bisa berlangsung. Selain mengoperasikan pompa, pihak pengelola juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung penanganan banjir.

Ke depan, pengelola berharap rencana pengurukan lahan makam dapat direalisasikan sebagai solusi jangka panjang. “Harapannya nanti lahan makam bisa ditinggikan, sehingga tidak lagi tergenang saat hujan deras,” katanya.

Upaya penyedotan air masih terus dilakukan hingga genangan di area makam benar-benar surut dan kondisi kembali normal. Terutama menjelang meningkatnya kunjungan peziarah pada Ramadan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, banjir menggenangi sejumlah petak makam setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini menyebabkan area pemakaman yang posisinya lebih rendah dari jalan utama menjadi tergenang cukup lama.

Sejumlah peziarah mengaku tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Novalita Serliana, salah satu peziarah, berharap ada upaya peninggian atau pengurukan lahan makam agar tidak lagi terendam banjir saat musim hujan.

“Kalau bisa diuruk lebih tinggi, supaya saat nyekar tidak kebanjiran seperti ini. Soalnya sekarang banjirnya cukup lama, hampir seminggu belum surut,” ujarnya.

Peziarah lainnya, Hari Mardianto, mengatakan genangan air diduga berasal dari curah hujan tinggi dan aliran air yang masuk ke area makam. Ia menyebut air bisa naik dengan cepat, meski biasanya surut secara alami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....