50 Ribu Warga Makassar Terdampak Kekeringan, BPBD Makassar Siapkan Tandon Air

  • 11 Jul 2026 20:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Kota Makassar mengungkapkan sebanyak 50.342 warga di enam kecamatan berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau.
  • Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kota Makassar, terdapat sekitar lima puluh ribuan jiwa yang berpotensi terdampak bencana kekeringan
  • Sebagai langkah penanganan, BPBD telah menyiapkan empat unit mobil bak terbuka, 57 tandon air, empat pompa mesin air.

RRI.CO.ID, Makassar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengungkapkan sebanyak 50.342 warga di enam kecamatan berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Mereka merupakan bagian dari 14.564 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 27 kelurahan.

Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar, mengatakan potensi tersebut merupakan hasil asesmen cepat yang dilakukan pihaknya terhadap wilayah-wilayah rawan kekeringan. "Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kota Makassar, terdapat sekitar lima puluh ribuan jiwa yang berpotensi terdampak bencana kekeringan," kata Fadli di Makassar, Sabtu 11 Juli 2026.

Menurutnya, dampak kekeringan mulai dirasakan terutama oleh masyarakat yang selama ini mengandalkan air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih. Hasil kajian BPBD mencatat terdapat 173 titik terdampak yang tersebar di enam kecamatan.

Rinciannya, Kecamatan Ujung Tanah memiliki 17 titik di lima kelurahan, Kecamatan Tallo 36 titik di empat kelurahan, dan Kecamatan Biringkanaya menjadi wilayah dengan titik terbanyak. Yakni, 58 titik di empat kelurahan.

Selanjutnya, Kecamatan Tamalanrea memiliki 27 titik di enam kelurahan, Kecamatan Panakkukang enam titik, serta Kecamatan Manggala 29 titik di empat kelurahan. Secara keseluruhan, kekeringan mulai dirasakan oleh 12.717 rumah yang dihuni 50.342 jiwa.

Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan, BPBD Makassar memprioritaskan bantuan bagi warga yang bergantung pada air tanah karena kelompok tersebut mengalami penurunan ketersediaan air paling signifikan.

Sebagai langkah penanganan, BPBD telah menyiapkan empat unit mobil bak terbuka, 57 tandon air, empat pompa mesin air. Serta mengerahkan 180 personel untuk membantu distribusi air bersih kepada masyarakat.

Sementara itu, wilayah yang masih memperoleh pasokan air dari jaringan PDAM dinilai masih dalam kondisi relatif aman. Sehingga belum menjadi prioritas utama penyaluran bantuan.

Meski demikian, BPBD terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sumber air baku. Fadli mengingatkan cadangan air PDAM diperkirakan terus menurun apabila musim kemarau berkepanjangan.

"Apabila kondisi cuaca kering seperti saat ini terus berlanjut, maka cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan. Untuk itu langkah antisipatif dan kesiapsiagaan terus kami lakukan untuk menghindari meluasnya dampak kekeringan terhadap masyarakat," ujar Fadli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....