Cerobong Asap, Pemkot Tangsel Antisipasi TPA Cipeucang Kebakaran

  • 24 Jul 2026 02:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tujuannya sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran akibat akumulasi gas di bawah permukaan
  • Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan pembangunan cerobong pembuangan gas metana pada seluruh landfill di TPA Cipeucang

RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan pembangunan cerobong pembuangan gas metana pada seluruh landfill di TPA Cipeucang. Tujuannya sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran akibat akumulasi gas di bawah permukaan.

"Saya sudah mintakan dibuatkan cerobong dari bawah untuk membuang gas metana. Sehingga walaupun ada percikan, tidak menyebabkan penyebaran api yang besar," ujar Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Kamis, 23 Juli 2026.

Benyamin mengatakan upaya ini sebagai antisipasi kebakaran di TPA Cipeucang sesuai yang disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Terlebih, pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) saat ini dalam proses pengadaan lahan seluas 2,4 hektare.

"Progres PSEL TPA Cipeucang telah memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat. Tahap ini setelah penetapan lokasi diterbitkan oleh KLH," kata Benyamin.

Selain itu Pemkot Tangsel mengintensifkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan selama musim kemarau. Koordinasi juga dilakukan bersama pengelola Bendungan Katulampa di Bogor guna memantau debit Sungai Cisadane yang berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air diwilayah Tangsel.

"Apalagi beberapa waktu lalu ada warga terdampak kekeringan di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Sebanyak 147 KK (Kepala Keluarga, Red) yang tersebar di enam RT terdampak kekeringan akibat penurunan ketersediaan air bersih," ucapnya.

Sebagai langkah penanganan, pihaknya telah mendistribusikan sekitar 50.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Pemkot Tangsel juga menyiapkan solusi jangka menengah melalui pembangunan sumur air dalam yang dilengkapi toren berkapasitas besar, seperti yang telah diterapkan di kawasan Perumahan Pesona Serpong.

"Kami sudah distribusikan kurang lebih 50.000 liter air bersih sampai sanpai hari ini. Solusi jangka menengahnya, kami akan membangun sumur air dalam dengan toren yang besar seperti yang kita bangun di Perumahan Pesona Serpong," ujarnya.

Diketahui, dampak dari kekeringan akibat kemarau panjang membuat permukaan air Sungai Cisadane surut. Alhasil, warga di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar tradisi "tikar ngaliwet" di pinggiran sungai.

Salah satu warga setempat, Astuti mengatakan bila tradisi "tikar ngaliwet" setiap tahun dilakukan apabila Sungai Cisadane surut. "Warga menggelar tikar sambil menikmati bekal nasi liwet dan sayur asam yang dibawa dari rumah," ujarnya, Senin 20 Juli 2026.

Menurutnya, pada musim kemarau antara Juni hingga Agustus tiap tahunnya aliran Sungai Cisadane surut. Warga ramai-ramai mulai dari anak-anak hingga dewasa berenang, terlebih warna air sungai yang jernih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....