Aceh Jaya Kerahkan Pompa Brigade Pangan Atasi Kekeringan Sawah Warga

  • 29 Jul 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, mengatakan setiap brigade pangan yang tersebar di setiap kecamatan telah dilengkapi empat unit pompa portabel.
  • Peralatan tersebut diprioritaskan untuk membantu sawah yang sudah ditanami namun mengalami kekurangan pasokan air.
  • Pemkab Aceh Jaya mengerahkan pompa air milik brigade pangan untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang melanda lebih dari 386 hektare lahan persawahan akibat musim kemarau panjang.

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya mengerahkan pompa air milik brigade pangan. Guna mengantisipasi dampak kekeringan yang melanda lebih dari 386 hektare lahan persawahan akibat musim kemarau panjang.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, mengatakan setiap brigade pangan yang tersebar di setiap kecamatan telah dilengkapi empat unit pompa portabel. Peralatan tersebut diprioritaskan untuk membantu sawah yang sudah ditanami namun mengalami kekurangan pasokan air.

"Setiap kecamatan ada brigade pangan dan setiap brigade pangan punya empat pompa portabel. Itu nantinya diberikan untuk sawah yang mengalami kekeringan khususnya sawah sudah tanam," kata Dailami di Aceh Jaya, Rabu 29 Juli 2026.

Brigade pangan merupakan program Kementerian Pertanian yang melibatkan petani milenial dengan dukungan teknologi modern dan pengelolaan lahan pertanian untuk memperkuat target swasembada pangan nasional. Dailami menjelaskan, hingga kini terdapat sekitar 386 hektare lahan persawahan yang terdampak kekeringan.

Lahan tersebut tersebar di empat kecamatan. Yakni, Krueng Sabee, Setia Bakti, Darul Hikmah, dan Sampoiniet.

Meski demikian, sebagian besar lahan masih berada pada tahap pengolahan tanah. Hanya satu lokasi yang telah memasuki masa tanam dan terdampak kekeringan.

"Untuk saat ini memang rata-rata sedang musim olah tanah, hanya satu titik yaitu Desa Sapek Kecamatan Setia Bakti yang sudah tanam dan mengalami kekeringan," ujarnya. Selain mengoptimalkan pompa brigade pangan, pemerintah daerah juga memanfaatkan pompa milik kelompok tani.

Peralatan tersebut dapat dipinjamkan kepada petani lain yang memiliki sumber air di wilayahnya. Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya juga tengah membangun sejumlah sumur bor atau irigasi perpompaan yang didanai APBN.

Saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap pengeboran. "Kita berharap kepada seluruh petani agar lebih produktif dan proaktif serta kerja sama yang baik dengan dinas maupun dengan penyuluh dalam mengantisipasi kekeringan saat ini," kata Dailami.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah daerah juga membangun irigasi perpipaan (IRPIP) serta dam parit sawah untuk memperkuat ketersediaan air bagi sektor pertanian. "Kesemuanya merupakan langkah antisipasi yang sudah direncanakan dalam menghadapi kekeringan pada tahun ini," ujarnya.

Sementara itu, BMKG Stasiun Klimatologi Aceh memprakirakan hari tanpa hujan di wilayah Aceh masih akan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026, sehingga potensi kekeringan di sektor pertanian masih perlu diwaspadai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....