Pemerintah Datangkan ADB Bantu Pengelolaan Pariwisata Bali
- 30 Agt 2025 01:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Denpasar: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendatangkan Asian Development Bank (ADB) untuk membantu kepariwisataan di Provinsi Bali. Bank pembangunan regional di Asia-Pasifik itu bukan untuk pemberian bantuan pendanaan melainkan membantu Bali dalam pengelolaan pariwisata.
Demikian disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian Herfan Brilianto Mursabdo di Denpasar, Jumat (29/8/2025). “Kami bersama tim Asian Development Bank sebagai mitra internasional yang memang kita selalu berdiskusi bersama-sama, mereka punya pengetahuan praktik terbaik internasional," katanya.
"Jadi, kita juga bisa memanfaatkan beberapa pengetahuan mereka. Terutama dari sisi spesialis infrastruktur maupun pariwisata,” kata Herfan.
Pada tahapan ini, Kemenko mendorong diskusi-diskusi keuangan dalam menyelesaikan persoalan pariwisata di Bali, belum memasuki tahap diskusi bantuan pendanaan. Sebab yang diutamakan menentukan konsep pembangunan pariwisata yang lebih tepat.
“Kalau yang kita butuhkan sebetulnya bagaimana mengatur pembiayaan APBN, daerah, dan sektor swasta, dan ini kan hal-hal yang perlu disinergikan. Seperti dengan ADB karena mereka punya kelebihan dalam pengelolaan risiko proyek sehingga nilai dari proyek itu risikonya lebih kita perkecil,” ujarnya.
Dari pertemuan ini Kemenko Perekonomian menemukan beberapa persoalan kepariwisataan yang perlu dibenahi di Bali. Yaitu isu infrastruktur, isu pengelolaan pariwisata yang di dalamnya terdapat persoalan sampah dan pemeliharaan pantai.
Termasuk juga isu keberlanjutan mengenai pemanfaatan energi dan sumber daya alam. “Mengingat Bali sebagai kawasan yang banyak sekali wisatawan asing datang, tentunya harus dipikirkan benar-benar bagaimana menyeimbangkan kehadiran mereka dengan ketersediaan sumber daya di Bali," ucapnya.
"Pada intinya kita mencoba mendiskusikan karena Bali itu pintu gerbang utama Indonesia,” kata Herfan. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali I Wayan Sumarajaya menyampaikan meskipun Pemprov Bali sudah menyusun arah pembangunan, Bali masih membutuhkan panduan dalam membangun.
“Kami sudah paham semua bahwa Bali ke depan pembangunan pariwisata adalah pariwisata budaya berkualitas dan bermartabat. Tapi kondisi pariwisata Bali memang sangat dipengaruhi oleh kunjungan wisman," katanya.
"Walaupun industri pariwisata kami sudah berkembang, masih banyak hal-hal yang harus dipenuhi,“ ucapnya. Adapun permasalahan yang diajukan Pemprov Bali untuk dibantu dikelompokkan menjadi tiga.
Di antaranya, adalah masalah alam dan lingkungan, masalah sampah, dan pembangunan yang yang terkonsentrasi di Bali Selatan. “Yang kita saksikan dan kita rasakan adalah kemacetan semakin tinggi, produksi sampah tinggi, dan kesenjangan antar-wilayah," ujarnya.
"Mungkin dengan kehadiran Kemenko Perekonomian. Maupun ADB ini bisa memberikan solusi dan bantuan,” kata Sumarajaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....