BAZNAS dan Pemkab Polewali Mandar Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan
- 30 Agt 2026 03:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam upaya mengentaskan kemiskinan.
- Kolaborasi dilakukan melalui pengintegrasian program pemberdayaan, penguatan ekonomi mustahik, dan sejumlah program unggulan BAZNAS.
- Ia menilai program yang bersumber dari zakat perlu berjalan selaras dengan kebijakan dan program pembangunan pemerintah daerah.
RRI.CO.ID, Jakarta- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Kolaborasi dilakukan melalui pengintegrasian program pemberdayaan, penguatan ekonomi mustahik, dan sejumlah program unggulan BAZNAS.
Sinergi tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026. Pertemuan itu membahas peluang penyelarasan program BAZNAS dengan kebutuhan dan potensi masyarakat di Polewali Mandar.
Audiensi dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi sekaligus Pembina Wilayah Provinsi Sulawesi Barat, H. Syarifuddin, S.Ag., M.E. Hadir pula Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud, Ketua DPRD Polewali Mandar Fachry Fadly, serta Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Polewali Mandar H. Hasbi Hannan.
Syarifuddin menyambut baik sinergi antara BAZNAS RI dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah diperlukan agar program pengentasan kemiskinan dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
"BAZNAS saat ini memprioritaskan penanganan pada 88 daerah kemiskinan ekstrem. Jika Polewali Mandar termasuk di dalamnya, program kita dapat dirancang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan daerah," ujar Syarifuddin.
Ia menilai program yang bersumber dari zakat perlu berjalan selaras dengan kebijakan dan program pembangunan pemerintah daerah. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas penggunaan sumber daya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Syarifuddin mengibaratkan anggaran pemerintah daerah sebagai saku kanan, sedangkan dana zakat menjadi saku kiri. Karena itu, menurutnya, kedua sumber daya tersebut perlu bergerak searah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
"Sebagai lembaga pengelola zakat, kami menetapkan fokus pada daerah kemiskinan ekstrem. Dengan adanya fokus tersebut, alokasi program akan memiliki justifikasi yang semakin kuat," katanya.
BAZNAS RI, kata Syarifuddin, tidak hanya menjalankan program karitatif untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. BAZNAS juga mendorong program produktif guna memperkuat kemandirian ekonomi mustahik.
Di Polewali Mandar, sejumlah program BAZNAS telah berjalan, antara lain Balai Ternak, ZMart, Lumbung Pangan, dan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Ke depan, program-program unggulan lainnya akan didorong untuk disinergikan dengan kebutuhan dan potensi daerah.
"Di Polewali Mandar sendiri, beberapa program BAZNAS telah berjalan seperti Balai Ternak, ZMart, Lumbung Pangan, dan Rumah Layak Huni BAZNAS. Ke depan, BAZNAS memiliki sejumlah program unggulan yang siap disinergikan," ujar Syarifuddin.
Ia juga mendorong optimalisasi potensi pengumpulan zakat dari aparatur sipil negara (ASN) di Polewali Mandar. Menurutnya, pengelolaan zakat yang optimal dapat memperluas manfaat bagi mustahik dan mendukung program pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud mengapresiasi BAZNAS yang terus mendampingi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai kehadiran berbagai program BAZNAS telah memberikan manfaat bagi warga di daerahnya.
"Kami berkomitmen menyinergikan berbagai program BAZNAS Pusat dengan potensi yang ada di daerah kami. Tingkat kemiskinan di Polewali Mandar masih cukup tinggi sehingga kami membutuhkan dukungan dan sinergi untuk memperkuat ekonomi masyarakat," kata Samsul.
Menurutnya, kerja sama antara BAZNAS dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Program pemberdayaan diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membuka peluang kemandirian ekonomi masyarakat.
Turut hadir Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo dan Kepala Divisi Pembina Wilayah 6 BAZNAS RI Romidi Karnawan. Hadir pula Kepala Divisi Penanganan Fakir Miskin dan Siaga Dhuafa BAZNAS RI Muhammad Rojudin serta jajaran Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....