Pemda Natuna Siapkan Lahan Gudang Bulog di 3 Kecamatan
- 07 Mar 2026 11:56 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID.Natuna -Pemerintah Kabupaten Natuna mulai menyiapkan lahan untuk pembangunan gudang milik Perum Bulog di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan guna memperkuat ketersediaan dan distribusi pangan di daerah, khususnya di wilayah kepulauan.
Pemerintah daerah saat ini tengah menyelesaikan proses sertifikasi lahan milik Pemda yang akan digunakan untuk pembangunan gudang tersebut. Sertifikasi lahan menjadi salah satu persyaratan utama yang diminta oleh Perum Bulog sebelum pembangunan dapat dilaksanakan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna Wan Sazali menjelaskan proses percepatan sertifikasi dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD). Tim juga telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan luas lahan sesuai dengan kebutuhan dan statusnya telah tersertifikasi.
"Ini kolaborasi antara pemerintah daerah bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD). Tim juga telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan luas lahan sesuai dengan kebutuhan dan statusnya telah tersertifikasi." ujar Wan Sazali
Adapun lokasi yang disiapkan berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Serasan, Kecamatan Pulau Laut, dan Kecamatan Suak Midai. Perum Bulog sebelumnya meminta lahan seluas sekitar satu hektare untuk setiap lokasi pembangunan gudang.
Untuk Kecamatan Pulau Laut, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10.000 meter persegi atau satu hektare. Sementara di Kecamatan Suak Midai, lahan yang tersedia sekitar 7.000 meter persegi, namun tetap diupayakan agar dapat memenuhi kebutuhan pembangunan gudang.
Saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap administrasi berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU), termasuk penandatanganan NPHD dan BAST. Pemerintah daerah dijadwalkan menghadiri penandatanganan tersebut bersama Perum Bulog pada Senin, 9 Maret 2026, sebelum tim Bulog turun langsung meninjau lokasi yang telah disiapkan.
Keberadaan gudang Bulog di wilayah kepulauan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus memudahkan petani dalam menyalurkan hasil panennya. Selain menampung beras, gudang tersebut juga berpotensi menampung komoditas lain seperti jagung pipil serta didukung rencana pengajuan Rice Milling Unit (RMU) agar Bulog dapat membeli gabah langsung dari petani.