BPS Natuna Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026

  • 04 Mar 2026 21:27 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID.Natuna -Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari agenda statistik nasional yang digelar sekurang-kurangnya satu kali dalam sepuluh tahun. Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait kondisi dan perkembangan dunia usaha di Indonesia.

Di Kabupaten Natuna, BPS memastikan persiapan pelaksanaan sensus mulai dimatangkan. Pendataan ini bertujuan memotret seluruh aktivitas usaha masyarakat, mulai dari skala besar hingga usaha mikro, sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Kepala BPS Kabupaten Natuna, Wahyu Dwi Sugianto, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap sosialisasi dan pemetaan kebutuhan petugas lapangan. Strategi pendataan juga tengah disusun agar pelaksanaan sensus berjalan efektif dan mampu menjangkau seluruh target usaha.

"Pelaksanaan Sensus Ekonomi direncanakan berlangsung pada pertengahan Mei hingga Juli 2026. Dalam periode itu petugas akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan terhadap seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali." Ujar Dwi Rabu 4 Maret 2026.

Sensus yang diselenggarakan BPS terdiri dari tiga jenis, yakni Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi. Setelah Sensus Penduduk 2020 dan Sensus Pertanian 2023, tahun 2026 menjadi giliran sektor ekonomi yang akan didata secara komprehensif melalui Sensus Ekonomi 2026.

Pendataan tidak hanya menyasar usaha yang memiliki lokasi tetap, tetapi juga usaha rumahan serta usaha berbasis digital atau online yang kerap tidak terlihat secara fisik. Seluruh data yang dihimpun akan menjadi statistik dasar untuk mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki dasar hukum Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan, dan terdapat sanksi bagi yang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban tersebut. Dengan dukungan seluruh pelaku usaha, BPS berharap sensus ini menghasilkan data ekonomi yang akurat, berkualitas, dan bermanfaat bagi pembangunan nasional.

Rekomendasi Berita