Progres Kampung Nelayan Merah Putih Capai 34 Persen
- 28 Feb 2026 13:40 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna-Pembangunan Fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II di Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna telah mencapai progres sekitar 34 persen. Proyek strategis ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan setempat.
Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Aset Prima Konstruksi dengan nilai anggaran Rp13,2 miliar yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Masa kerja ditetapkan selama 180 hari kalender dengan target penyelesaian pada Mei hingga Juni 2026.
Project Manager PT Aset Prima Konstruksi, Ir. Miftahudin, menyampaikan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk meningkatkan produktivitas serta pendapatan nelayan melalui penyediaan fasilitas terpadu dalam satu kawasan.
Ia menjelaskan, selama ini nelayan kerap menghadapi kendala keterbatasan fasilitas pendukung seperti cold storage dan pabrik es yang lokasinya jauh. Melalui program ini, seluruh kebutuhan nelayan akan tersedia terpusat, mulai dari pabrik es, bengkel kapal, hingga sentra kuliner yang dikelola nelayan.
Miftahudin menambahkan, penetapan lokasi proyek sebelumnya telah melalui survei oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Namun di lapangan, kontraktor harus melakukan penyesuaian desain akibat kondisi lahan yang berbukit dan berbeda dari perencanaan awal.
Kami terpaksa melakukan redesign dengan meratakan dan mematangkan lahan terlebih dahulu dan itu memakan waktu hampir satu bulan setengah. Desain baru keluar sekitar dua minggu setelah Desember,” ujarnya. Sabtu 28 Februari 2026.
Perubahan tersebut mengharuskan proses perataan dan pematangan lahan yang memakan waktu sekitar satu setengah bulan. Meski demikian, penyesuaian tata letak bangunan dilakukan agar tidak menghambat target penyelesaian proyek.
Saat ini pekerjaan terus dikebut dengan mengantisipasi berbagai potensi hambatan. Ke depan, Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II akan dilengkapi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es, bengkel nelayan, kios perbekalan, gedung pertemuan, unit pengelola, sentra kuliner, serta fasilitas pendukung lainnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi perikanan Natuna secara berkelanjutan.