Beasiswa Buka Jalan Anak Natuna Menguatkan Ketahanan Energi

  • 10 Nov 2025 16:22 WIB
  •  Ranai

KBRN, Ranai: Mimpi besar Risky Fajar Cahya Tasura Simanungkalit selalu dia awali dengan doa agar tidak pernah mengkhianati hasil usaha yang telah ia lakukan. Sejak tahun lalu, ia menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti Beasiswa Sobat Bumi Natuna 2025, sebuah kesempatan yang bukan hanya mengubah masa depannya, tetapi juga berpotensi memperkuat ketahanan energi dari wilayah perbatasan.

“Seleksi yang dimulai dari administrasi pada 23–25 Juni 2025 lalu dan pengumuman kelulusan administrasi pada 26 Juni 2025, Setelah itu, saya mengikuti ujian tes potensi skolastik dan tes kecerdasan majemuk. Pengumuman hasil ujian dilakukan pada 8 Juli, dan wawancara berlangsung pada 10–11 Juli lalu, saya benar-benar mempersiapkan diri sejak tahun lalu, memperbanyak belajar, mengembangkan diri, mengikuti organisasi dan komunitas, sekaligus mempersiapkan mental. Pada akhirnya, usaha tidak pernah menghianati hasil, dan hasil tidak membohongi usaha,” ujar Risky, Minggu (9/11/2025)

Proses Seleksi Penerimaan Beasiswa Sobat Bumi Natuna (Sumber Foto: Diskominfo Natuan)

Pada 18 Juli 2025, usaha dan dedikasinya membuahkan hasil. Risky resmi diumumkan sebagai salah satu penerima Beasiswa Sobat Bumi Natuna 2025, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang energi. Kebahagiaan itu tidak hanya miliknya sendiri, tetapi juga dirasakan keluarga, guru, dan Pemerintah Daerah Natuna yang mendukung perjalanan pendidikannya.

Ia mengenang proses seleksi yang ketat. Mulai dari administrasi, tes, hingga wawancara yang menuntut persiapan matang. Dedikasinya menjadi contoh bahwa dari daerah perbatasan pun, mimpi besar bisa dicapai dengan usaha, doa, dan tekad yang konsisten.

Risky Salah Satu Penerima Beasiswa Sobat Bumi Natuna (Sumber Foto: R. fajar)

Risky berharap pengalaman ini bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya.

“Kami ingin menjadi garda terdepan, bukan hanya penonton, dalam mengelola potensi energi di daerah sendiri,” ujarnya mengenang tekad yang mendorongnya.

Selain Beasiswa Sobat Bumi, enam pelajar Natuna lainnya pada 2025 saat ini juga telah menempuh pendidikan di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu melalui beasiswa dari SKK Migas Sumbagut dan beberapa KKKS yang aktif di Natuna, yakni Harbour Energy (3 orang), Medco E&P Natuna (2 orang), dan Prima Energy Northwest Natuna (1 orang). Program ini menjadi langkah strategis menyiapkan SDM lokal yang siap bersaing di industri hulu migas dan berkontribusi pada ketahanan energi nasional.

Proses Seleksi Beasiswa PEM AKA Migas di Natuna (Sumber Foto: Bagian Kerja Sama Setda Natuna)

Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama Setda Natuna, Faisal Firman, mengenang momen pengumuman dan menyebut Beasiswa yang yang diperoleh Natuna merupakan Usaha Pemkab untuk mengembangkan SDM.

“ Beasiswa ini memberi kesempatan emas bagi mahasiswa Natuna untuk mempersiapkan diri masuk ke dunia oil and gas," kata Faisal Firman, Kamis (6/11/2025)

Kepala Bagian Kerja Sama Setda Natuna, Faisal Firman (Foto: RRI/Analia Widi)

Ia menambahkan, selain dukungan finansial, penerima juga mendapatkan pelatihan kepemimpinan, pengembangan soft skill, dan bimbingan karier sesuai kebutuhan industri.

Dilain pihak, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison, menegaskan bahwa program beasiswa ini merupakan investasi nyata industri hulu migas pada SDM lokal. Para penerima diharapkan mampu menguasai ilmu dan keterampilan yang relevan sehingga siap berkontribusi langsung terhadap pengelolaan energi di Natuna maupun nasional.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut

Yanin Kholison (Sumber Foto: SKK Migas Sumbagut)

“ Program ini Sejalan dengan Program Penguatan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Industri Hulu Migas, dan Kami berharap Penerima Beasiswa ini dapat tumbuh menjadi SDM Unggul yang bisa berkontribusi bagi daerahnya,” kata Yanin kholison, Senin (3/11/2025).

Beberapa bulan setelah pengumuman, para penerima beasiswa kini telah menghadapi dunia pendidikan tinggi dan menimba ilmu di sektor energi. Dukungan penuh dari Pemda dan industri menunjukkan bahwa pembangunan SDM lokal dan ketahanan energi dapat berjalan seiring, bahkan dari wilayah perbatasan paling utara Indonesia.

Program beasiswa ini menjadi inspirasi bagi pelajar lain, bahwa dari wilayah 3T seperti Natuna pun, anak-anak muda bisa menggapai mimpi, belajar, dan menjadi bagian dari pengembangan sektor migas nasional. Dengan pendidikan, keterampilan, dan dukungan semua pihak, mereka siap membawa perubahan bagi daerah dan sekaligus memperkuat pilar ketahanan energi Indonesia.

Langkah nyata ini memperlihatkan sinergi antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan dalam membangun masa depan energi Indonesia. Dari doa dan tekad seorang pelajar, hingga kontribusi dalam pengelolaan energi nasional, Natuna menunjukkan bahwa potensi daerah perbatasan bisa menjadi fondasi ketahanan energi yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita