Sering Mengunyah Es Batu? Kenali Dampaknya

  • 06 Feb 2026 22:22 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna- Mengunyah es batu sering dianggap kebiasaan sepele yang memberi sensasi segar, apalagi saat cuaca panas. Namun di balik rasa dingin yang menyenangkan, kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan sejumlah dampak bagi kesehatan, terutama jika dilakukan secara berulang dan dalam jangka panjang.

Secara medis, kebiasaan mengunyah es batu dikenal dengan istilah pagophagia, yaitu dorongan untuk mengunyah es secara terus-menerus. Meski terlihat tidak berbahaya, para ahli kesehatan gigi mengingatkan bahwa tekstur es yang keras dapat merusak lapisan email gigi. Jika email terkikis, gigi menjadi lebih sensitif terhadap panas dan dingin serta lebih rentan mengalami keretakan.

Tak hanya itu, tekanan saat menggigit es batu juga dapat memicu masalah pada gusi dan sendi rahang. Beberapa orang bahkan mengalami nyeri rahang atau gangguan sendi temporomandibular (TMJ) akibat kebiasaan ini. Dalam kondisi tertentu, mengunyah es batu juga berisiko merusak tambalan gigi atau behel bagi mereka yang sedang menjalani perawatan ortodonti.

Dari sisi kesehatan umum, kebiasaan mengunyah es batu secara berlebihan terkadang dikaitkan dengan tanda kekurangan zat besi atau anemia. Meskipun tidak selalu menjadi penyebab utama, dorongan kuat untuk mengunyah es bisa menjadi sinyal tubuh yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, jika kebiasaan ini terasa sulit dihentikan, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan menikmati minuman dingin tanpa mengunyah esnya atau mengganti kebiasaan tersebut dengan camilan yang lebih aman bagi gigi, seperti buah segar. Menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui pemeriksaan rutin juga menjadi langkah penting untuk mencegah masalah yang lebih serius.

Sensasi segar memang menggoda, tetapi memahami dampak di balik kebiasaan mengunyah es batu dapat membantu kita lebih bijak dalam menjaga kesehatan. Dengan mengurangi kebiasaan tersebut sejak dini, risiko gangguan pada gigi dan tubuh pun dapat diminimalkan.

Rekomendasi Berita