Mengapa Ketupat Selalu Hadir saat Lebaran? Ini Sejarah dan Maknanya

  • 17 Mar 2026 11:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Ketupat dikenal sebagai sajian tradisional yang hampir selalu hadir dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Hidangan ini umumnya disajikan bersama menu khas Lebaran seperti opor ayam serta rendang dalam berbagai kesempatan berkumpul keluarga.

Keberadaan ketupat pada momen Idul Fitri tidak hanya sebatas pelengkap makanan, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang kuat. Hal ini membuat banyak orang bertanya mengenai alasan ketupat selalu menjadi bagian penting dalam tradisi perayaan Lebaran setiap tahun.

Ketupat adalah makanan berbahan beras yang dibungkus menggunakan anyaman janur atau daun kelapa muda. Bentuknya bervariasi, mulai dari segi empat, lonjong, hingga prisma, kemudian dimasak hingga matang sebelum disajikan.

Dalam catatan sejarah, tradisi ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga saat menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Ia memperkenalkan istilah Bakda Lebaran dan Bakda Kupat sebagai penanda waktu setelah Lebaran dan setelah perayaan ketupat.

Bakda Lebaran berlangsung sejak tanggal satu Syawal yang diawali dengan pelaksanaan salat Id dan kegiatan silaturahmi antar masyarakat. Pada momen ini, umat Muslim saling berkunjung serta bermaaf-maafan sebagai bentuk mempererat hubungan kekeluargaan setelah menjalani puasa.

Adapun Bakda Kupat dirayakan sekitar satu minggu setelah Idul Fitri oleh masyarakat Muslim di wilayah Jawa. Tradisi ini diisi dengan pembuatan ketupat yang kemudian dinikmati bersama atau dibagikan kepada keluarga dan tetangga sekitar.

Kebiasaan membagikan ketupat juga menjadi simbol penghormatan kepada orang yang lebih tua serta mempererat hubungan sosial. Tradisi tersebut mencerminkan harapan agar masyarakat dapat saling memaafkan dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain nilai historis, ketupat juga mengandung filosofi yang dikenal sebagai konsep laku papat dalam budaya Jawa. Makna tersebut mencakup Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan yang melambangkan penyempurnaan ibadah, berbagi, saling memaafkan, serta kembali suci setelah Ramadan.

Rekomendasi Berita