Waspada Dampak Konsumsi Makanan Bersantan Berlebihan saat Ramadan
- 03 Mar 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Hidangan khas Ramadan yang banyak menggunakan santan memang selalu menjadi favorit saat waktu berbuka puasa. Namun, konsumsi berlebihan makanan bersantan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Berbagai sajian seperti rendang, opor ayam, kolak, hingga sayur lodeh identik dengan penggunaan santan. Cita rasanya yang gurih dan lezat membuat makanan tersebut kerap dinantikan saat berbuka puasa bersama keluarga.
Dilansir dari laman Halodoc, proses pemanasan santan hingga mendidih saat memasak dapat mengubah asam lemak menjadi lemak jenuh. Lemak jenuh tersebut berperan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Kadar kolesterol yang tinggi dapat mengganggu kesehatan jantung serta pembuluh darah dalam jangka panjang. Jika terlalu sering menyantap hidangan bersantan, risiko penyakit jantung dan stroke pun semakin meningkat.
Bagi pengidap maag, makanan bersantan sebaiknya dihindari terutama setelah berpuasa dengan kondisi lambung kosong. Kandungan lemaknya dapat memicu peningkatan asam lambung dan memperparah gejala nyeri berkepanjangan.
Selain itu, santan memiliki kadar lemak cukup tinggi dalam setiap porsinya. Asupan lemak berlebih dapat meningkatkan produksi gas sehingga perut terasa kembung dan tidak nyaman.
Penumpukan lemak dan kolesterol akibat konsumsi santan berlebihan dapat membentuk plak pada pembuluh darah. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan penyempitan arteri atau aterosklerosis yang membahayakan organ vital tubuh.
Tak hanya itu, makanan tinggi kolesterol juga dapat memicu terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi. Untuk menekan risiko tersebut, santan bisa diganti susu atau krimer nabati agar rasa gurih tetap terjaga.