Mahasiswa Indonesia Rasakan Tradisi Unik Maroko

  • 16 Mar 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Mahasiswa Indonesia di Rabat, Maroko, menceritakan pengalaman Ramadan berbeda dari Tanah Air. Perbedaan tradisi ibadah dan kebiasaan sosial menjadi pengalaman baru bagi pelajar.

Perwakilan PPI Dunia Maroko Ahmad Aiman Al Mazieni membagikan pengalaman tersebut. Ia menilai suasana ibadah Ramadan di Maroko terasa unik.

Menurut Aiman, salat tarawih di Maroko berlangsung lebih lama. Pembacaan Alquran dilakukan dalam jumlah ayat lebih banyak.

“Di sini tarawih biasanya membaca setengah juz setelah Isya. Kemudian, dilanjutkan kembali menjelang sahur," kata Aiman dalam dialog Pro3 RRI, Minggu, 15 Maret 2026.

Aiman juga menggambarkan suasana menjelang berbuka di kota Rabat. Jalanan biasanya sangat ramai menjelang azan maghrib.

“Sebelum maghrib jalan sangat ramai tetapi saat azan terdengar seluruh toko tutup. Di mana semua warga berbuka di rumah masing-masing," katanya, menceritakan.

Ia juga mengenalkan hidangan khas Ramadan di Maroko. Makanan tersebut hampir selalu hadir saat berbuka puasa.

Hidangan itu bernama Harira yang menjadi menu khas Ramadan. Sup berbumbu rempah itu berbahan tomat, lentil, dan daging.

“Harira seperti menu wajib saat berbuka puasa di sini. Jadi, masyarakat merasa buka puasa belum lengkap tanpanya di Maroko," ujarnya.

Biasanya Harira disajikan bersama kue manis bernama Chebakia. Kurma juga menjadi hidangan pembuka sebelum makanan utama.

Aiman mengatakan, mahasiswa Indonesia tetap menjaga kebersamaan selama Ramadan. Mereka menggelar berbagi takjil dan kajian bersama.

Kegiatan itu mempererat persaudaraan pelajar Indonesia di perantauan. Ramadan menjadi momen spiritual sekaligus memperkuat solidaritas mahasiswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....