Mengenal Bubur Kanji Rumbi, Hidangan Wajib Khas Ramadan di Serambi Mekkah

  • 03 Mar 2026 11:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia dikenal memiliki kekayaan kuliner tradisional yang tersebar hampir di seluruh wilayah nusantara. Ketika Ramadan tiba, beragam hidangan khas daerah kembali hadir dan menjadi bagian penting tradisi berbuka puasa masyarakat.

Salah satu sajian yang identik dengan Ramadan berasal dari Provinsi Aceh yang dijuluki Serambi Mekkah. Masyarakat setempat mengenalnya sebagai bubur Kanji Rumbi, hidangan berempah yang selalu dinantikan saat berbuka.

Bubur ini berbahan dasar beras yang dimasak perlahan hingga menghasilkan tekstur lembut dan kental. Campuran ayam kampung, sayuran, serta aneka rempah membuat cita rasanya gurih sekaligus mengenyangkan.

Di berbagai masjid di Aceh, Kanji Rumbi kerap disiapkan sebagai menu berbuka puasa bagi jamaah. Proses memasaknya dilakukan secara gotong royong oleh warga dan remaja masjid sepanjang Ramadan.

Jejak sejarah bubur ini diyakini telah ada sejak masa Kesultanan Aceh berkuasa. Pada masa tersebut, Kanji Rumbi menjadi sajian istimewa bagi keluarga kerajaan dan tamu penting saat bulan puasa.

Seiring berjalannya waktu, hidangan yang dahulu terbatas di lingkungan istana mulai dikenal masyarakat luas. Tradisi penyajiannya saat Ramadan pun terus bertahan dan diwariskan lintas generasi hingga kini.

Meski telah menjadi ikon kuliner Aceh, bubur ini memiliki pengaruh kuat dari masakan India. Kedatangan pedagang India ke wilayah Aceh beberapa waktu silam membawa resep serupa yang kemudian diadaptasi sesuai budaya lokal.

Penyesuaian cita rasa tersebut membuat Kanji Rumbi selaras dengan nilai dan syariat Islam masyarakat setempat. Dari proses akulturasi itulah lahir hidangan khas yang tetap terjaga keasliannya sampai sekarang.

Keunggulan bubur ini tidak hanya terletak pada rasanya yang gurih dan aromanya yang khas. Kandungan rempah seperti jahe, kunyit, dan merica dipercaya membantu menjaga kondisi tubuh selama berpuasa.

Sejak lama, rempah-rempah tersebut dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk meredakan berbagai keluhan kesehatan ringan. Selain itu, mengonsumsi bubur hangat saat berbuka dinilai membantu mengurangi perut kembung serta menjaga daya tahan tubuh.

Proses memasak bubur ini juga membutuhkan waktu cukup panjang agar seluruh bumbu meresap sempurna. Beras dimasukkan ke dalam rebusan ayam berbumbu dan dimasak hingga pecah menjadi bubur yang lembut.

Bawang merah dan bawang putih ditumis menggunakan minyak sayur serta minyak samin hingga mengeluarkan aroma harum. Tumisan tersebut kemudian dicampurkan bersama daun bawang dan serai ke dalam bubur yang sedang dimasak.

Seluruh bahan diaduk perlahan hingga mengental dan matang merata sebelum disajikan. Bubur Kanji Rumbi biasanya dinikmati dalam keadaan hangat dengan tambahan pelengkap sesuai selera.

Kini, hidangan ini tidak hanya dapat ditemukan saat Ramadan tiba di Aceh. Sebagian masyarakat juga menyajikannya di luar bulan puasa sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi kuliner daerah.

Dengan cita rasa gurih, aroma rempah yang kuat, serta nilai sejarah panjangnya, Kanji Rumbi memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Kehadirannya setiap Ramadan menjadi simbol kebersamaan sekaligus kekayaan kuliner khas kota Serambi Mekkah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....