Agar Puasa Tetap Nyaman, Ini Cara Cegah Panas Dalam

  • 11 Mar 2026 12:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menjaga kondisi tubuh selama berpuasa penting dilakukan agar ibadah Ramadan tetap berjalan lancar dan nyaman. Salah satu keluhan yang sering muncul saat puasa adalah panas dalam yang kerap mengganggu aktivitas harian.

Keluhan panas dalam ini sering ditandai dengan tenggorokan terasa kering, gatal, hingga menimbulkan rasa nyeri saat menelan. Kondisi ini sebenarnya bukan penyakit khusus, melainkan kumpulan gejala akibat gangguan pada tenggorokan.

Panas dalam juga dapat memicu bibir pecah-pecah, rasa tidak nyaman di tenggorokan, hingga kesulitan berbicara. Oleh karena itu, pencegahan perlu dilakukan agar ibadah puasa tetap lancar dan tubuh tetap bugar.

Melansir laman Alodokter, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah panas dalam selama menjalankan ibadah puasa:

1. Mengonsumsi buah dan sayur secara rutin

Panas dalam bisa menjadi tanda awal bahwa kamu sedang mengalami infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Biasanya, kuman bisa mudah masuk ke tubuh saat sistem kekebalan tubuh menurun.

Buah dan sayur yang mengandung berbagai nutrisi penting yang dinilai membantu menjaga daya tahan tubuh selama menjalani puasa. Kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan di dalamnya diketahui mendukung sistem imun melawan infeksi penyebab panas dalam.

2. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat berpuasa penting dilakukan untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu keluhan panas dalam. Cairan yang cukup juga membantu menjaga kelembapan tenggorokan, membersihkan lendir, serta menurunkan risiko infeksi.

Untuk mencukupi kebutuhan cairan harian selama puasa, dianjurkan minum dua gelas air saat berbuka, empat gelas sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur. Pola ini dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi gejala tenggorokan kering.

3. Membatasi makanan yang terlalu pedas

Makanan pedas dapat memicu iritasi pada tenggorokan sehingga meningkatkan risiko munculnya panas dalam saat berpuasa. Jika tetap ingin mengonsumsinya, sebaiknya batasi jumlahnya agar tidak menimbulkan gangguan pencernaan maupun tenggorokan.

4. Menjaga kebersihan tangan secara rutin

Kuman penyebab infeksi tenggorokan dapat menempel pada berbagai benda yang sering disentuh sehari-hari. Oleh sebab itu, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer penting dilakukan untuk mengurangi risiko penularan kuman.

Selain itu, jangan lupa juga untuk rutin membersihkan dan menyemprotkan disinfektan ke benda-benda yang sering digunakan. Seperti handphone, keyboard dan mouse komputer, atau remot televisi.

5. Memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup dapat membantu menjaga tubuh tetap bertenaga selama menjalankan ibadah puasa. Selain itu, waktu istirahat yang memadai juga berperan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Dengan kondisi tubuh yang lebih kuat, risiko munculnya keluhan seperti panas dalam dapat berkurang. Untuk memperoleh istirahat yang optimal, sebaiknya tidur lebih awal dan menghindari kebiasaan bergadang.

Selain itu, kualitas tidur juga dapat ditingkatkan dengan menciptakan suasana kamar yang nyaman, misalnya menggunakan humidifier dengan tambahan minyak esensial. Jika memungkinkan, sempatkan juga waktu sekitar 20 menit untuk tidur siang agar tubuh kembali segar.

Mencegah panas dalam selama berpuasa sebenarnya dapat dilakukan melalui kebiasaan hidup sehat sehari-hari. Dengan menerapkan langkah tersebut secara konsisten, risiko gangguan kesehatan saat Ramadan dapat diminimalkan.

Namun, jika keluhan panas dalam tidak kunjung membaik atau menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....