Tips Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Bertenaga Selama Puasa
- 05 Mar 2026 15:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama berpuasa menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi setiap hari. Namun, hal tersebut tetap bisa dilakukan dengan persiapan yang tepat.
Dokter Penyakit Dalam Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, dr. Noviantoro Sunarko Putro mengatakan, niat menjadi hal penting saat menjalani ibadah puasa. Menurutnya, keyakinan dan kesiapan mental turut membantu tubuh beradaptasi selama berpuasa.
“Sahur ini salah satu yang penting sekali agar memberikan rancangan awal tenaga untuk nanti beraktivitas. Nah, tentunya untuk sahur ini juga sepertinya memilih makanan-makanan yang tidak cepat bisa menyimpan energi, seperti karbohidrat, lemak, protein dan sayur-sayuran,” kata Novianto dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Kamis 5 Maret 2026.
Menurutnya, pemilihan sumber karbohidrat juga perlu diperhatikan agar tidak cepat membuat lapar. Beberapa bahan pangan lokal seperti singkong atau umbi-umbian dapat menjadi alternatif sumber energi yang tahan lama.
Asupan cairan juga sangat penting untuk mencegah tubuh mengalami dehidrasi selama puasa. Ia menyarankan kebutuhan cairan harian dipenuhi dengan pola minum yang diatur antara waktu berbuka dan sahur.
“Kemudian yang jangan lupa juga adalah minum, karena ini bahkan lebih penting. Sahur ini bahkan kalau penting minum dulu, kalu mepet usahakan minum bisa jangan ter-skip sama sekali,” katanya.
Novianto menjelaskan salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membagi konsumsi air menjadi beberapa waktu. Misalnya dua gelas saat sahur, empat gelas saat berbuka, dan dua gelas sebelum tidur.
“Ada dua hal yang utama yang membuat lemas pertama itu terkait dengan cairan. Ketika kita tidak minum, tentunya kita akan mengalami kekurangan cairan, karena darah mengental, aliran darah mungkin tidak selancar ketika cukup minum,” ujarnya
“Kedua, kalori sumber tenaga,tentunya ketika puasa jadi berkurang masukannya. Kurang kalori ini terutama kurang gula, gula yang ada dari makanan ya,” katanya menambahkan.
Ia mengatakan, olahraga tetap boleh dilakukan selama bulan puasa dengan intensitas ringan. Waktu terbaik berolahraga adalah menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa.
Di akhir pesannya, Novianto mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola makan dan tidak berlebihan saat berbuka. Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki penyakit penyerta agar berkonsultasi dengan dokter agar puasa tetap berjalan sehat hingga akhir Ramadan.
“Harus ada persiapan, sahur,, buka mengatur porsi makannya maupun juga jenis-jenis makanannya. Memang harus diatur segini rupa jangan terlalu tinggi gula jangan terlalu berlebihan,” ujar Novianto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....