Tidur Seharian saat Puasa, Apakah Membatalkan? Ini Penjelasan Hukumnya

  • 09 Mar 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Selama bulan Ramadan, muncul anggapan bahwa tidur saat berpuasa termasuk bagian dari ibadah. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah tidur sepanjang hari ketika berpuasa dapat membatalkan puasa atau tetap dianggap sah?

Dikutip dari laman BAZNAS, dalam kajian fikih, tidur pada dasarnya tidak termasuk perbuatan yang membatalkan puasa. Selama seseorang berniat berpuasa dan tidak melakukan hal yang membatalkan, puasanya tetap sah meskipun ia tidur dalam waktu lama.

Puasa dalam Islam memiliki syarat dan rukun yang jelas. Seorang Muslim diwajibkan menahan diri dari makan, minum, serta hubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Ketentuan tersebut dijelaskan dalam berbagai kajian fikih yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Karena itu, aktivitas tidur tidak termasuk dalam kategori yang membatalkan puasa.

Para ulama menjelaskan bahwa tidur merupakan aktivitas alami manusia. Tidur tidak termasuk perbuatan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja.

Artinya, seseorang yang tidur sejak setelah Subuh hingga menjelang Magrib tetap dianggap menjalankan puasa. Hal ini berlaku selama ia telah berniat puasa pada malam hari sebelumnya.

Penjelasan serupa juga disebutkan dalam kitab fikih Fathul Mu'in. Dalam kitab tersebut dijelaskan perbedaan antara tidur dengan kondisi hilang kesadaran seperti pingsan.

Orang yang tidur masih memiliki potensi untuk bangun ketika dibangunkan. Karena itu, tidurnya tidak memengaruhi keabsahan ibadah puasa yang sedang dijalankan.

Dalam fikih terdapat perbedaan antara tidur dengan pingsan atau kehilangan kesadaran. Perbedaan ini menjadi penting dalam menentukan sah atau tidaknya puasa seseorang.

Jika seseorang pingsan sepanjang hari sejak fajar hingga magrib, maka puasanya tidak sah. Hal ini karena ia kehilangan kesadaran secara penuh selama waktu pelaksanaan puasa.

Sebaliknya, orang yang tidur sepanjang hari masih dianggap memiliki kesadaran. Oleh sebab itu, puasanya tetap sah secara hukum syariat.

Dampak Negatif Tidur Seharian Saat Puasa

Meskipun tidak membatalkan puasa, tidur sepanjang hari tetap tidak dianjurkan dalam Islam. Kebiasaan ini dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif terhadap kualitas ibadah, diantaranya:

1. Melalaikan salat fardu

Tidur terlalu lama berisiko membuat seseorang melewatkan salat wajib seperti Dzuhur dan Ashar. Padahal salat merupakan kewajiban utama dalam Islam yang tidak boleh ditinggalkan.

2. Kehilangan keutamaan Ramadan

Ramadan adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah. Tidur sepanjang hari dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan meraih pahala tersebut.

3. Bertentangan dengan teladan Rasulullah

Dalam berbagai riwayat hadis, Nabi Muhammad SAW tetap menjalani aktivitas dan ibadah secara produktif selama Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa bulan puasa bukan waktu untuk bermalas-malasan.

4. Menjaga Kualitas Puasa di Bulan Ramadan

Para ulama menekankan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Ibadah ini juga menjadi sarana untuk melatih kesabaran serta meningkatkan kualitas spiritual.

Karena itu, umat Muslim dianjurkan mengisi waktu Ramadan dengan berbagai aktivitas positif. Misalnya dengan membaca Al-Qur'an, memperbanyak doa, dan melakukan kegiatan bermanfaat lainnya.

Dengan demikian, tidur sepanjang hari saat puasa memang tidak membatalkan puasa secara hukum syariat. Namun kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari agar nilai ibadah Ramadan tetap maksimal dan penuh keberkahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....