Pesan Ramadan: Umat Islam Diajak Jadikan Al-Qur’an Penuntun Hidup

  • 08 Mar 2026 11:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Kelompok Kerja Majelis Taklim Kementerian Agama, Siti Mubayanah Tawabie mengatakan Al-Qur’an menjadi sumber solusi berbagai persoalan kehidupan. Ia menegaskan Al-Qur’an memuat petunjuk hidup yang mampu menenangkan hati sekaligus membimbing keluarga.

“Di rumah kita ada mushaf Al-Qur’an. Di dalamnya terdapat jawaban atas kegelisahan, solusi atas persoalan keluarga, dan petunjuk agar langkah hidup kita tetap lurus,” kata Siti Mubayanah Syiar Ramadan Jelang Imsak Pro3 RRI, Minggu, 8 Maret 2026.

Ia juga menegaskan pentingnya menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan keluarga sebagai sumber keberkahan. Keluarga yang dekat dengan Al-Qur’an, menurutnya, akan lebih mudah menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab.

“Menjaga keluarga dari api neraka salah satunya adalah dengan mengenalkan mereka kepada Al-Qur’an sejak dini. Mengajarkan adab, shalat, kejujuran, dan tanggung jawab,” ucapnya.

Ia menjelaskan Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa diamalkan, menurutnya, nilai Al-Qur’an tidak akan mampu menerangi kehidupan manusia.

“Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi cahaya kehidupan. Cahaya tidak akan menerangi jika hanya disimpan. Ia harus dibaca, dipahami, dan diamalkan,” ujar Siti Mubayanah.

Siti Mubayanah mengatakan langkah pertama menghidupkan nilai Al-Qur’an dimulai dari hati yang peka terhadap ayat-ayat Allah. Hati yang hidup, menurutnya, akan tersentuh ketika mendengar atau membaca firman Allah.

“Menghidupkan nilai Al-Qur’an dimulai dari hati. Hati yang hidup adalah hati yang tersentuh ketika mendengar ayat-ayat Allah,” ucapnya.

Ia menambahkan, hati yang keras menjadi tanda seseorang perlu lebih dekat dengan Al-Qur’an. “Jika hati kita keras, sulit tersentuh oleh ayat-ayat Allah, bacalah dengan perlahan, pahami artinya, resapi maknanya,” kata Siti Mubayanah.

Selain dalam hati, ia menekankan nilai Al-Qur’an juga harus tercermin dalam akhlak sehari-hari. Sikap memaafkan, bersabar, dan tetap berbuat baik menjadi wujud nyata pengamalan ajaran Al-Qur’an.

“Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita disakiti, difitnah, atau diremehkan. Namun Al-Qur’an mengajarkan kita untuk memaafkan dan tetap berbuat baik,” ujarnya.

Ia menambahkan nilai Al-Qur’an juga harus tercermin dalam hubungan sosial dan aktivitas sehari-hari. Sikap jujur dalam berdagang, disiplin dalam bekerja, serta adil dalam memimpin menjadi bagian dari pengamalan ajaran Al-Qur’an.

“Dalam berdagang jangan curang, dalam bekerja jangan malas, dalam memimpin jangan zalim. Semua itu adalah bentuk menghidupkan nilai Al-Qur’an,” ucap Siti Mubayanah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....