Umat Islam Diingatkan Tak Sekadar Membaca Al-Qur’an

  • 08 Mar 2026 09:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Kelompok Kerja Majelis Taklim Kementerian Agama, Siti Mubayanah Tawabie mengingatkan umat Islam agar tidak menjauh dari Al-Qur’an dalam kehidupan. Menurutnya, tidak membacanya, membaca tanpa memahami, hingga memahami tetapi tidak mengamalkannya, merupakan bentuk dari meninggalkan Al-Qur’an.

“Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang meninggalkan Al-Qur’an. Seperti dalam Firman Allah SWT dalam Surah Al-Furqan ayat 30,” kata Siti Mubayanah dalam program Syiar Ramadan Jelang Imsak Pro3 RRI, Minggu, 8 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa meninggalkan Al-Qur’an bukan hanya berarti tidak membacanya sama sekali. Sikap tidak istiqamah dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an juga termasuk bentuk menjauh dari petunjuk Allah.

“Menghidupkan nilai Al-Qur’an bukan tentang seberapa sering kita mengkhatamkannya, tetapi seberapa dalam ia membentuk diri kita. Bukan tentang seberapa merdu suara kita saat membacanya, tetapi seberapa lembut hati kita setelah memahaminya,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an kelak akan menjadi saksi bagi setiap manusia di hari kiamat. Kitab suci tersebut dapat menjadi penolong, namun juga bisa menjadi pengadu atas kelalaian manusia terhadap ajarannya.

Karena itu, ia mengajak umat Islam memulai perubahan kecil untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Langkah tersebut dapat dimulai dari membaca, memahami, dan mempraktikkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita mulai hari ini dengan satu tekad kecil namun kuat. Tidak perlu langsung banyak, tidak perlu langsung sempurna,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur’an, menurutnya, harus tercermin dalam hubungan rumah tangga, pendidikan anak, serta aktivitas sosial.

“Biarlah Al-Qur’an hidup di rumah kita. Hidup dalam percakapan suami-istri,” ujar Siti Mubayanah.

Menurutnya, rumah yang dihidupkan dengan Al-Qur’an akan dipenuhi ketenangan dan keberkahan. Demikian pula masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup akan lebih harmonis dan penuh kebaikan.

“Ketika Al-Qur’an hidup dalam sebuah rumah, maka rumah itu akan dipenuhi ketenangan. Ketika Al-Qur’an hidup dalam hati, maka hati itu tidak mudah goyah,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....