Langkah Aman Berpuasa bagi Penderita GERD Selama Ramadan
- 25 Feb 2026 13:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Menjalankan puasa Ramadan bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) tentu memerlukan perhatian khusus. Pengaturan seperti pola makan dan kebiasaan harian menjadi kunci agar asam lambung tidak mudah kambuh.
Perubahan jadwal makan dari tiga kali menjadi dua kali sehari dapat memengaruhi kondisi lambung. Jika tidak disiasati dengan tepat, keluhan seperti nyeri ulu hati dan rasa terbakar di dada dapat muncul kembali.
Meski demikian, puasa tetap dapat dijalankan secara aman oleh penderita GERD dengan langkah terukur dan disiplin. Penyesuaian pola makan dan kebiasaan harian membantu menjaga kenyamanan lambung selama Ramadan.
Berikut langkah aman berpuasa bagi penderita GERD selama Ramadan:
1. Jangan melewatkan sahur
| Baca juga: Cara Mengatasi Maag Kambuh saat Puasa |
Sahur sangat penting membantu mencegah lambung kosong terlalu lama selama puasa. Pilih makanan berserat agar kenyang bertahan lebih lama tanpa memicu iritasi, karena serat dapat menyerap asam lambung berlebih.
2. Atur porsi makan saat berbuka
Hindari makan dalam jumlah besar sekaligus karena dapat meningkatkan tekanan pada lambung. Mulailah dengan porsi ringan seperti kurma dan air putih sekitar 30 menit sebelum melanjutkan ke menu utama.
3. Batasi makanan berlemak dan digoreng
Makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat menyebabkan katup kerongkongan merelaksasi. Gantilah metode memasak gorengan dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang untuk menjaga kesehatan lambung selama Ramadan.
4. Tidak langsung berbaring setelah makan
Tidak langsung berbaring setelah makan menjadi aturan penting bagi penderita GERD selama Ramadan. Setelah sahur atau berbuka, beri jeda sekitar dua jam agar proses pencernaan berlangsung optimal.
5. Pilih minuman yang tidak mengiritasi lambung
Kurangi minuman berkafein dan bersoda yang dapat memicu keluhan. Air putih hangat menjadi pilihan yang lebih aman.
6. Hindari kebiasaan merokok
Nikotin dapat memengaruhi fungsi katup lambung sehingga memperparah gejala. Mengurangi atau berhenti merokok justru sangat membantu menjaga kondisi lambung.
7. Konsumsi obat sesuai anjuran medis
Bagi yang menjalani terapi, obat perlu diminum teratur sesuai petunjuk, biasanya 30 menit sebelum sahur atau saat berbuka. Pengaturan waktu konsumsi obat dinilai membantu mengendalikan produksi asam lambung selama puasa.
Posisi tubuh yang tetap tegak membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Jika harus tidur, gunakan bantal lebih tinggi atau miring ke kiri untuk mengurangi risiko refluks.
Dengan menerapkan langkah tersebut, penderita GERD tetap dapat menjalankan puasa secara aman dan nyaman. Jika muncul gejala berat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....