Cara Mengatasi Maag Kambuh saat Puasa
- 04 Mar 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Penyakit maag atau gastritis seringkali kambuh saat Ramadan akibat perubahan pola makan dan jam istirahat. Namun, kondisi ini masih bisa dikendalikan dengan pengaturan pola makan dan gaya hidup yang tepat.
Melansir halodoc, produksi asam lambung tetap berlangsung meski tubuh tidak menerima asupan makanan selama puasa. Kondisi ini dapat memicu iritasi lambung jika pola sahur dan berbuka tidak diperhatikan dengan baik.
Sahur menjadi waktu penting untuk mencegah maag kambuh atau perasaan lambung perih waktu berpuasa. Makan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, yang mudah dicerna agar energi bertahan lebih lama.
Saat berbuka puasa, penderita maag dianjurkan makan dan minum secara bertahap dengan air putih dan makanan ringan. Makan tidak perlu terburu-buru agar memberi waktu bagi lambung untuk kembali berfungsi optimal setelah seharian berpuasa
Penderita maag juga sebaiknya menghindari makanan berminyak, gorengan, serta hidangan terlalu pedas ketika berbuka puasa. Jenis makanan tersebut diketahui dapat memperparah gejala gastritis dan menyebabkan nyeri lambung.
Selain pola makan, posisi tubuh setelah makan turut memengaruhi kesehatan lambung selama Ramadan. Berbaring segera setelah sahur atau berbuka dapat memicu refluks asam dan memperparah gejala maag.
Kecukupan cairan juga menjadi faktor penting untuk mencegah gangguan pencernaan selama puasa. Minum air secara bertahap dan cukup di antara waktu berbuka hingga sahur untuk menjaga hidrasi tubuh.
Bagi penderita maag yang menjalani pengobatan, konsumsi obat tetap harus mengikuti anjuran dokter. Obat lambung umumnya dianjurkan diminum sebelum sahur agar lambung terlindungi sepanjang hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....